Indonesia Itu “Mimpi Buruk” Bagi Singapura

Jika bicara konfrontasi terbuka, sebenarnya cukup dengan 1000-an roket dari Aceh atau Medan niscaya Singapura bakal minta-minta ampun angkat bendera putih, kayak Israel sewaktu menggelar operasi militer bertajuk Pillar of Cloud dan Cast Lead di Palestina.

Persoalannya, bangsa ini telah dilumpuhkan pemahaman geopolitik, dilemahkan dari sisi internal dengan paket DHL (demokrasi, HAM dan lingkungan), korupsi, konflik komunal, dll sehingga sibuk di tataran hilir, kepruk-keprukan antar sesama warga sendiri. Tapi saya yakin, suatu ketika akan tiba saatnya!

Ingat! Bukankah zaman Bung Karno (BK), Indonesia itu “mimpi buruk” bagi Singapura karena visi BK terhadap neokolonialisme? Zamannya Pak Harto mungkin merasa aman karena katanya Pak Harto “mentor“-nya Lee. Manakala Pak Harto jatuh dan Habibie naik, Lee panik! Buru-buru menemui Habibie untuk membangun komitmen namun ditolak dengan alasan RI pasti dirugikan, apalagi Habibie punya mimpi bahwa Sabang, Batam dan Bintan akan mampu mengalahkan Singapura. Di mata Habibie, Singapura tidak ada apa-apanya. Mudah sekali untuk dikalahkan. Habibie juga geram dan marah kepada Singapura yang selama ini dianggap “menghancurkan” RI secara sistematis. Disini Lee meradang. Dan diyakini ia memiliki peran dalam penjatuhan Habibie via penolakan pertanggung-jawaban di MPR-RI, setidak-tidaknya Singapura membantu uang dan opini!

Geo Politik Dua Santri Bangsawan

Pasca Perang Dunia II, negara-negara di dunia terdesain ikut dua kubu: Uni Sovyet (US) dan Amerika Serikat (AS), dua negara yang sebelumnya bersekutu menghancurkan Jerman, Jepang, dan Italia.

Korea Utara-Selatan, Jerman Timur-Barat, lalu Vietnam Utara-Selatan. Semua tak berdaya dan terpaksa ikut model kubu-kubuan ini. Tahun 1950-an, Bung Karno yang memang cerdas memainkan gerakan Non-Blok dengan menghimpun negara yang baru merdeka. Konferensi Asia Afrika adalah langkah awal membentengi kecenderungan blok-blokan ini. BK menghambat upaya AS dan US memecah negara-negara sebagaimana yang terjadi di Korea beberapa tahun sebelum KAA, maupun menghindari intervensi ideologis sebagaimana perang saudara di China! Sebelum Korea dipecah, AS dan US berebut memainkan politik domino di Asia. Indonesia adalah target utama. US mengawali melalui kaki tangannya di Madiun 1948, gagal! AS masih menunggu bola panas dan baru menggiringnya tatkala menunggangi PRRI/Permesta, 1958, dengan harapan bakal memecah Indonesia dalam banyak kubu pasca Pemilu 1955 dan tatkala faksi ideologis sibuk debat kusir di konstituante! Kesatuan Indonesia terancam.

BK tetap memainkan politik Internasional dengan cerdas dengan Konferensi Asia Afrika! Ini gerakan sangat, sekali lagi sangat membahayakan eksistensi dua negara yang secara geografis dan geopolitik mirip dengan Indonesia. Non-Blok bukanlah gerakan netral blok, melainkan upaya membentuk blok alternatif selain US dan AS.

Netral bukanlah tidak berposisi, melainkan sebuah posisi alternatif. Ia adalah antitesa! BK ingin Indonesia menjadi alternatif kekuatan di antara US dan AS. Lihatlah tatkala BK menukar ke AS menemui Eisenhower lalu penggantinya, JF Kennedy. BK memperpanjang penahanan Allan Pope, pilot CIA yang membantu PRRI/Permesta & ditangkap TNI, lalu menggunakannya sebagai alat tawar meningkatkan militer Indonesia. Dengan menemui Kennedy, BK menukar Allan Pope dengan alutsista dan dengan lobinya pula, Indonesia menjadi negara PERTAMA di luar AS yang bisa memakai pesawat Hercules! Habis menemui Kennedy, BK ke Kuba. Kongkow sama Castro dan Guevara, saling tukar topi-kopyah, dan melihat gegap gempita revolusi Kuba.

Tak berselang lama BK ke Moskow, nemui Nikita Khruschev. Apa yang dilakukan BK? Mendesak agar pemerintah komunis memugar makam Imam Bukhari, sekaligus melakukan pembelian pesawat MiG dan beberapa kapal selam! Tujuannya? Untuk merebut Irian Barat! Operasi Djajawidjaja, Mandala dan Trikora sudah ada di pikiran BK. Tunggu apalagi, amunisi dan alutsista sudah full gear! Kunjungan ke AS juga strategi memperalat agar Paman Sam menekan Belanda di sidang PBB agar melepas Irian Barat.

Maklum, sebagai sekutu dekat yang porak poranda pasca Perang Dunia II, Belanda tergantung Marshal Plan dari AS. Ini belum lagi langkah BK menggerakkan NEFOS sebagai penyeimbang NATO dan Pakta Warsawa, kemudian menyelenggarakan GANEFO sebagai tandingan Olimpiade, lalu menjalin Poros Jakarta-Peking-Moskow yang “kiri”, plus memilin simpul di Delhi, AS bertambah gerah. Unsur terkuat yang berkompetisi di sekitar BK saat itu ada dua: militer (AD) dan PKI. AS tinggal memanfaatkan satu tangan untuk mengunci tangan yang lain. Akhirnya terjadilah peristiwa G30S/PKI. Kekuatan Sukarnois dipreteli, cita-cita BK amblas seiring geopolitik ekonomi Orde Baru yang condong ke Washington.

Puluhan tahun berlalu, Gus Dur jadi presiden. Yang ia lakukan pertama kali adalah menghimpun ulang kekuatan Asia Afrika dan menghidupkan poros Jakarta-Peking(Beijing)-Moskow. GD ke Venezuela, belajar nasionalisasi ala Hugo Chavez. Ia ke Brazil, membuka peluang impor kedelai langsung dari Brazil, sekaligus memotong impor kedelai dari AS (yang juga impor dari Brazil). Ia pergi ke AS, bertemu Clinton, lobi pencabutan embargo militer. Ia ke Kuba, belajar kepada Castro seputar program kesehatan pro rakyat. GD juga ke Palestina, mencoba mendamaikan Fatah dan Hamas. Semua dilakukan. Di Indonesia, politisi senayan geger, menyebut GD cuma darmawisata. Ini statemen paling dungu! GD kesulitan melihat, Bu Shinta juga memakai kursi roda, mau menikmati wisata apa di luar negeri?! Ambon bergolak. GD tahu ini bukan konflik agama, tapi perebutan SDA dan endingnya pada pemekaran wilayah. Aktornya juga orang Jakarta. Untuk mengecoh fokus media yang malah merumitkan permasalahan, GD bikin statemen jika Jenderal K adalah aktor konflik. Media penasaran, GD menjawab Jenderal berinisial K adalah Jenderal “Kunyuk”. Media dan politisi semakin mumet.

Saat konsentrasi media dan politisi terpecah inilah GD mengutus KH. Tolchah Hasan menginvestigasi kasus Ambon. Selain itu ada fakta menarik bahwa logistik konflik Ambon mengalir dari Arab kepada Laskar Jihad. Langsung saja GD kontak “klik”-nya di Arab agar menyetop dana logistik perang. Karena sumber logistiknya macet, Laskar Jihad bubar. Macetnya dana ini juga pernah disampaikan Jakfar Umar Thalib. Upaya GD membentengi agar Indonesia tetap bersatu sebagai bangsa persis yang dilakukan BK.

Sungguhpun upaya keduanya menghadapi manusia bebal sesama anak bangsa, yang berpikiran sumbu pendek, yang menyebabkan kejatuhan mereka berdua! BK dan GD sering kontroversial dalam statemen, tapi perbuatan mereka selalu KONSISTEN dalam rel KeBangsaan dan jalur keIndonesiaan!

Dukungan Mesir Untuk Kemerdekaan Indonesia Juni 1947 bukan Monopoli Ikhwanul Muslimin

Kadang saya tidak habis pikir. Mengungkit masa lalu ketika Mesir mendukung kemerdekaan Indonesia kok disempitkan ke dukungan Ikhwanul Muslimin (IM) dan pemimpinnya Hasan al Banna.
Secara kontekstual, dukungan Mesir ketika itu ya dukungan dari segenap 84 juta rakyat Mesir (Jumlah penduduk Mesir saat ini) yang juga dapat restu dari Raja Faruk. Bukan sekadar dari 500 ribu warga Ihwanul Muslimin (jumlah warga IM saat ini). 
Kalau benar dukungan Mesir untuk kemerdekaan Indonesia kala itu hanya sekadar urusan dukungan IM untuk kemerdekaan Indonesia, rasanya tidak mungkin Abdul Mun’im (diplomat Mesir) berusia 47 tahun kala itu, datang bertaruh nyawa -menyelinap- menembus blokade Belanda, menyewa pesawat dari Singapura ke Yogyakarta bertemu Soekarno, Sri Sultan, untuk shalat Jumat bersama. Dan menyerahkan surat pengakuan kemerdekaan Indonesia dari Kerajaan Mesir yang kala itu masih dpegang Raja Faruk.
Pada Juni 1947 delegasi Indonesia yang terdiri dari Haji Agus Salim, AS Baswedan, Mr Nazir dan Profesor Dr Rasyidi, memang berkunjung ke Mesir untuk meminta dukungan dari Pemerintah kerajaan Mesir yang ketika itu masih di tangan Raja Faruk. 
Sebagaimana penuturan dan kesaksian AR Baswedan, mereka berada di Mesir 3 bulan lamanya dan bernegosiasi dengan berbagai kalangan pejabat pemerintahan Mesir. Sehingga akhirnya Raja Faruk berhasil diyakinkan, dan memberikan pengakuan kemerdekaan dan kedaulatan Indonesia sebagai sebuah negara. Bahkan bukan itu saja, Raja Faruk pun mendorong Liga Arab untuk mengakui kedaulatan Indonesia. 
Pada 10 Juni 1947, secara de jure Mesir memberikan pengakuan kedaulatan Indonesia melalui penandatanganan perjanjian persahabatan Indonesia-Mesir. Yang sekaligus menjadi momentum bagi Indonesia untuk mulai mencul di arena internasional. Dan mendapat pengakuan de jure dari dunia internasional. 
Memang di Mesir ini pula, tonggak-tonggak sejarah diplomasi RI mulai berkumandang di dunia internasional. Namun ini adalah jasa seluruh bangsa dan rakyat Mesir. Bukan sekadar jasa satu atau dua kelompok saja. 
Fakta bahwa IM dan Hassan al Banna memang ikut mendukung pengakuan kemerdekaan RI itu pun kenyataan yang tak terbantahkan, namun menyempitkan dukungan Mesir kepada Indonesia pada masa kemerdekaan semata sebagai dukungan tunggal dari IM, saya pikir itu adalah satu hal yang naïf dan tidak masuk akal.

Kronologis Lepasnya Timor-Timor dari Wilayah NegaraKesatuan Republik Indonesia

 

 

LATAR BELAKANG

 Posisi Timor Timur yang terselip di sela kebulatan wilayahIndonesia memang menjadikannya seperti kerikil dalam sepatu. Membuatnya serba canggung.

Dalam masa perang dingin, Amerika Serikat sering menggembosi kekuatan komunisme di seluruh penjuru dunia. Mereka khawatirTimor Portugis (nama Timor Timur pada masa lampau) menjadi salah satu basiskomunisme di Asia Tenggara sebagai perpanjangan poros Pyongyang – Ho ChiMinh City yang gagal dieliminasi melalui perang Korea dan perangVietnam.

Sangat wajar jika Indonesia dibuat sedikit paranoid sehingga mau dijadikan bumper oleh Amerika Serikat. Apalagi Indonesia senantiasa dibayang-bayangi kisah G-30-S yang menempatkan komunisme sebagai bahaya laten.

Dengan dukungan terselubung Amerika Serikat, Indonesia akhirnya berhasil menjadikan Timor Timur sebagai propinsi ke-27. Australia bahkan termasuk negara yang mendukung lobby Indonesia di PBB.Australia tidak menentang Indonesia karena Australia pun berkepentingan atas keberadaan Timor Timur yang berada di pintu Utaranya. Kisah Timor Timurternyata tidak berjalan semulus dugaan dan rencana. Setidak-tidaknya ada 3macam keinginan yang mulanya menjadi sebab perang saudara di Timor Timur setelah Portugal angkat kaki dari bumi Loro Sae, yakni:

Kopassus di Baucau 1987

1.      Setuju bergabung dengan Indonesia (yang bukannya tanpa reserve,melainkan ada kesepakatan-kesepakatan khusus).

2.      Tetap menjadi bagian Portugal sebagai koloni seperti halnyaMacao.

3.      Merdeka sebagai negara baru yang berdiri sendiri.

 

Masing-masing keinginan tersebut terkristalisasi dalam kekuatan partai-partai politik seperti Apodeti, UDT, KOTA, Trabalhista, dan Fretilin berikut fraksi-fraksi bersenjatanya. Setelah Timor Timur bergabung dengan Indonesia,kekuatan yang tidak menginginkan bergabung dengan Indonesia terus melakukan aksi yang memperlihatkan bahwa mereka masih eksis.

Dalam pandangan mereka, yang terjadi bukanlah integrasi melainkan INTERVENSI (seperti UniSovyet terhadap Afghanistan pada masa itu). Upaya mereka didukung oleh lobby politik di tingkat dunia.Berbeda dengan penanganan kasus front separatis Moro (MNLF) diPhilipina dimana Indonesia sukses dalam perannya sebagai penengah dan pendamai sehingga Moro mendapat otonomi khusus, Indonesia justru menerapkan tangan besi terhadap gerakan separatis di Timor Timur. Prinsip Kaisar Nero yang berusaha meredakan keresahan rakyat Romawi dengan “memberi roti dan hiburan gladiator” hendak diterapkan di TimorTimur. Pembangunan fisik digalakkan dimana-mana termasuk berusaha merebuthati umat Katholik dengan membangun patung Yesus terbesar ke-2 di duniasetelah Brasil. Dilain pihak, kekerasan terus berlangsung secara terselubung.Jika pada awalnya lebih banyak rakyat Timor Timur yang setuju berintegrasi dengan Indonesia dengan harapan berakhirnya kekerasan berdarah perang saudara, pada perkembangan selanjutnya justru kekuatan anti-integrasikian bertambah. Hal ini dapat dilihat dari usia generasi muda Falintil yang lebihmuda usianya dibanding masa integrasi itu sendiri. Kecewa dan dendam. Itulah jawabannya. Bisa jadi, mereka bahkan pendukung integrasi. Mereka berbalikakibat kebiadaban militer yang paranoid terhadap ulah gerilyawan Fretilin sehingga tidak pandang bulu membabat warga sipil Timor Timur yang tidak bersalah.Banyak anak yang mendendam pada pihak militer karena anggota keluarga mereka dianiaya, diperkosa, diculik, dibunuh. Akibatnya, banyak anakmuda yang bergabung dengan pihak anti-integrasi bukan karena kesamaan ideologi, melainkan dendam pada militer. Bukanya mengurangi jumlah pembangkang, justru semakin bertambah deretan orang yang antipati. Upay memberi keleluasaan unjuk rasa dalam koridor demokrasi yang dicoba diterapkan oleh Sintong Panjaitan (Pangdam Wirabhuana saat itu) sebenarnya sudah membuka peluang angin segar. Menurutnya, lebih baik membiarkan riak-riakkecil yang terpantau daripada memendam magma yang bisa meletus tanpa kendali. Namun upaya harmonisasi ini ditekuk habis oleh aksi di luar jalur komando yang meledakkan tragedi Santa Cruz.

 

Berikut adalah beberapa faktor pendorong yang menyebabkan munculnya ide  disintegrasi Timor Timur dari wilayah NKRI di tinjau dari beberapaaspek, yaitu:

 

Arnaldo dos Reis Araujo (pemimpin Apodeti) dibebaskan dari penjara Fretilin

Keadaan politik Pada tahun 1976 merupakan tahap penyesuaian system pemerintahan yang berlaku dengan Indonesia, setelah berintegrasi disahkan oleh pemerintahan pusatdi Jakarta. Kemudian di Timor-Timur di bentuk pemerintahan sementara dan sebagai pelaksana pemerintahan sementara diangkatlah putra Timor-Timur yaitu Arnaldo Dos Res Aranjo, secara yuridis formal Timor-Timur sudah sah menjadibagian negara kesatuan Republik Indonesia dengan dikeluarkan UU VII/1976 dan peraturan no 19 tahun 1976 tentang Pemda Timor Timur yang kemudian menjadi propinsi Indonesia ke-27.Timor Timur baru saja bergabung maka pemulihan keamanan merupakan hal yang pokok terutama sisa FRETILIN yang masih menguasai 75% dari seluruh penduduk Timor-Timur. Dalam perkembangan sisa FRETILIN dapat ditumpas olehTNI (batalyon 744 dan 745) walau tidak habis. Dikarenakan mereka berada digunung, kemudian rakyat Timor Timur dituduh oleh TNI sebagai GPK. Maka akibatnya rakyat Timor Timur merindukan kedamaian yang menjadi korban keduabelah pihak. Setelah terjadinya insiden Santa Cruz dan diberikan nobelperdamaian kepada pemimpin FRETILIN yaitu “Xanana Gusmao” dan Uskup Belo.Dukungan rakyat untuk merdeka semakin besar, oleh Presiden Habibi dianggapsbagai beban politik dan mahal secara ekonomi kemudian Timor Timur diberikankebebasan untuk merdeka.

 

Keadaan sosialAntara tahun 1976-1978 keadaan sosial masyarakat Timor Timur belummenentu dan banyak diantara mereka yang hidup di kamp-kamp pengungsian.Kehidupan sehari-hari belum stabil masih terus diawasi oleh militer. Bangunanfisik peninggalan Portugis tidak banyak berarti bagi rakyat Timor Timur,masyarakatnya hidup miskin, buta huruf, maka dari itu pemerintah Indonesiamembangun segala sarana hidup untuk rakyat Timor Timur. Hambatan adalahtidak memahami bahasa Tetum (TimTim) sebagai tenaga guru atau medisenggan kesana. Dikarenakan adanya konflik yang berbau ras dan agama muncul,mereka juga mengambil tanah rakyat. Akibatnya terjadi kerenggangan ekonomi

 

 

dan puncaknya pada insiden Santa Cruz 12 November 1991 yang mirip tragedikemanusian dan mengundang reaksi Internasional (Kuntari, 2008: 110).

AgamaMayoritas penduduk Timor Timur beragama katolik. Para imigran datangke wilayah Timor Timur dan mulai masuk dan bekerja pada instansi disanadikarenakan para imigran beragama Islam, Protestan, Hindu dan Buddha,kenyaman rakyat Timor timur terganggu. Perkembangan hingga tahun 1994 jumlah penganut agama lain terutama Islam menyamai penganut agama katolik.Selain itu umat Islam menutup hubungan mreka dengan sangat fanatik dan hidupmengelompok, hal itu menambah kemarahan masyarakat Timor Timur, yangkemudian berakibat kerusuhan SARA dan agama itu diangkat oleh Komnas HamPBB

 

2.1 Kronologis lepasnya Timor-Timur199821 Mei

Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatan Presiden Republik Indonesia.Ia menyerahkan jabatan presiden kepada Wakil Presiden B.J. Habibie.

19 Desember

Perdana Menteri Australia John Howard mengirim surat kepada Presiden Habibie,mengusulkan untuk meninjau ulang pelaksanaan hak menentukan nasib sendiri atau right to self-determination bagi rakyat Timor-Timur.

199925 Januari

Rapat Polkam membahas disposisi Presiden BJ Habibie tentang surat Howard.Dalam disposisinya, Habibie mengatakan, “Tolong dipelajar, apakah setelah 22tahun bergabung dengan Indonesia, masyarakat Timtim masih merasa belumcukup bersatu dengan kita. Bagaimana kalau kita pisah baik-baik saja melaluiSidang Umum MPR?” 

27 Januari

Menteri Luar Negeri Ali Alatas mengumumkan keputusan Sidang Kabinet di BinaGraha yang memakan waktu lebih dari lima jam, yaitu Indonesia akan hands-off dari Timtim jika Timtim menolak opsi I, yaitu tawaran otonomi khusus yangsangat diperluas. Sebelumnya, sidang berjalan alot. Dua menteri, Menteri LuarNegeri Ali Alatas dan Menteri Sekretaris Negata Akbar Tandjung menolakkeputusan tersebut. Sebaliknya, Menteri Pertahanan dan Keamanan / PanglimaTNI Jendral Wiranto menerima keputusan tersebut.

10 Februari

Kay Rala Xanana Gusmao dipindahkan dari LP Cipinang ke tahanan rumah diSalemba.

8-10 Maret

Terjadi eksodus besar-besaran warga pendatang Timtim, bersama ribuan tonbarang.

6 April

Kekerasan di Gereja Liquica yang menyebabkan ratusan orang mengungsi.

17 April

Terjadi kerusuhan massal di Dili yang antara lain menewaskan putra aktivis pro-kemerdekaan Manuel Viegas Carrascalao dan perusahaan kantor Harian SuaraTimor Timur 

21 April

Kelompok pro-integrasi dan pro-kemerdekaan menandatangani kesepakatandamai di kediaman Uskup Dili Mgr Carlos Filipe Ximenes Belo SDB, antara laindisaksikan Menhankam/Pangan TNI Jenderal Wiranto, Wakil Ketua Komnas HAMDjoko Soegianto, dan Uskup Baucau Mgr Basillo do Nascimento.

27 April

Presiden Habibie membahas lebih dalam tentang Timtim dengan PM AustraliaJohn Howard. Habibie mengungkapkan akan melaksanakan penentuan pendapatuntuk mengetahui kemauan sebenarnya rakyat Timtim; tetap berintegrasi ataumemisahkan diri dari Indonesia. Awalnya, penentuan pendapat direncanakanakan dilaksanakan 8 Agustus 1999.

5 Mei

Menlu Ali Alatas dan Menlu Portugal Jaime Gama, bersama Sekjen PBB KofiAnnan menandatangani kesepakatan pelaksanaan penentuan pendapat padatanggal 8 Agustus 1999 di Timor Timur, di Markas PBB New York. Indonesia tetapbertanggung jawab pada keamanan pelaksanaan tersebut. Hal tersebut tertuangdalam dua kesepakatan:a. Kesepakatan tentang modalitas pelaksaan penentuan pendapat via jajakpendapat.b.Kesepakatan tentang Polri sebagai penanggung jawab keamananan.

 7 Mei

Sidang Umum PBB menerima dengan bulat kesepakatan 5 Mei 1999.

17 Mei

Presiden Habibie mengeluarkan Kepres no.43/1999 tentang Tim PengamananPersetujuan RI-Portugal tentang Timtim. Kepres itu dimantapkan dengan InpresNo.5/1999 tentang Langkah Pemantapan Persetujuan RI-Portugal.

21 Mei

Melalui Mensesneg/Menkeh Muladi, pemerintah Indonesia meminta PBBmemajukan pelaksanaan penentuan pendapat, dari rencana awal tanggal 8Agustus menjadi tanggal 7 Agustus 1999. ”Tanggal 8 Agustus itu hari libur, hariMinggu, kita menghormati umat Katolik, jadi jajak pendapat 7 Agustus,” kataMuladi. Namun keputusan itu mengherankan Ali Alatas. ”Pemerintah belum membahas, apalagi menentukan tanggal,” katanya.

1 Juni

Bendera biru PBB mulai berkibar di Timor Timur.

2 Juni

Pemerintah membentuk Satgas P3TT yang didasarkan pada Inpres No.5/1999tentang Langkah Pemantapan Persetujuan RI-Portugal. Satgas diketuai olehDubes Aus Tarmidzi dengan Sekretaris/ Koordinator Sudjadnan Parnohadiningrat,dan Penasihat Keamanan Mayjen Zacky Anwar Makarim.

3 Juni

Peresmian Misi PBB di Timor Timur (UNAMET) dengan Ketua Ian Martin, di Diliyang diwarnai kerusuhan. Tiga hari kemudian, Wakil Panglima Pejuang Intergrasi(PPI) Eurico Gutteres memprotes UNAMET.

11 Juni

UNAMET resmi membuka kantor di Dili.

16-18 Juni

Pertemuan kedua kelompok pro-otonomi dan pro-kemerdekaan di Jakarta. Dalampertemuan ini, mereka sepakat menyerahkan senjata yang dimiliki kelompoksenjata kedua pihak, kepada UNAMET atau pemerintah RI.

  Selaras dengan Piagam PBB pasal VII, Sekjen PBB mengadopsi resolusipembentukan dan pengiriman pasukan multinasional ke Timtim yang kemudiandisebut INTERFRET atau International Force for East Timor.

19 September

Rombongan INTERFRET Mayjen Peter Cosgrove tiba di Bandara Komor, Dili.

4 Oktober

”salah lirik” antara INTERFRET dan TNI mulai terjadi. Malam itu, pasukanINTERFRET memaksa masuk kompleks ITFET menggunakan kendaraan lapis bajaAPC. Mereka menabrak barikade pos. Dengan alasan mengejar milisi, merekaterus bergerak hingga menerobos kawasan yang dijaga Brimob. Keesokanharinya, Mayjen Peter Cosgrove mengembalikan satuan teledor ini ke Australia.

14 Oktober

Satgas P4TT kembali ke Dili.

21 Oktober

Angin perdamaian mulai ditiupkan oleh Falur Rate Laec, Komandan Region IIIFalintil.

22 Oktober

Xanana tiba di Dili. Ia tidak pernah berhenti berkampanye menyadarkan semuapihak untuk tidak memusuhi rakyat Indonesia.

23 Oktober

Pertemuan pertama RI-Timor Leste di Markas INTERFRET, Dili. Dari Indonesiadiwakili Komandan ITFET Brigjen JD Sitorus, Komandan Satgas PengamanaITFET Kol Sahala Silalahi dan Perwira Penghubung militer Kapten A. Suryo.Sementara, pihak Timor Leste diwakili Kay Rala Xanana Gusmao, Taur MatanRuak, dan Leandro Isaac. Setelah ITFET, disusul pertemuan dengan Tim PascaPenentuan Pendapat di Timor Timur yang antara lain diwakili Ketua P4TT DubesTaufik R. Soedarba.

24 Oktober

Xanana mengeluarkan surat edaran yang berisi jaminan keselamatan bagi 200anwarga negara Indonesia penghuni Masjid An-Nur.

25 Oktober

Dewan Keamanan PBB mensahkan Misi PBB untuk pemerintahan transisi TimorTimur, United Nations Transitional Administration in East Timor , atau UNTAET.Sekjen PBB Kofi Annan menunjuk diplomat senior dari Brazil, Sergio Viera deMello sebagai ketua UNTAET. UNTAET akan menggantikan INTERFET.

26 Oktober

Presiden RI Abdurrahman Wahid menandatangani surat keputusan pembentukanUNTAET.

30 Oktober

Pukul 09.00 waktu setempat, Bendera Merah Putih diturunkan dari bumi TimorLoro Sa’e dalam upacara yang sangat sederhana tanpa liputan. INTERFETmelarang wartawan meliput acara tersebut, kecuali RTP Portugal. Upacara senada juga diadakan di Bandara Komoro, dipimpin Komandan Lanud Letkol PnB JohnDalas SE. Pukul 13.00 waktu setempat, tim Satgas P4TT memutuskan berangkatke Jakarta.

2.2 Usaha Pemerintah dalam Rangka Mengatasi

Usaha yang sudah dilakukan pemerintah pada kasus Timor Timur diantaranya:

1.Menawarkan opsi kepada Timor Timur untuk menerima paket otonom,atau merdeka. Jika paket otonomi diterima, maka Timor Timur akan tetapmenjadi wilayah Republik Indonesia.

2.Bersama PBB melaksanakan jajak pendapat untuk melakukan referendum.

3.Mengirimkan anggota polisi untuk mengamankan proses kampanye,pertemuan, dan jajak pendapat yang berlangsung di Timor Timur.

  2.3 Argumentasi Kelompok

Menurut kami, pemerintah tidak seharusnya mengambil jalur voting untukmenyelesaikan permasalahan yang terjadi di Timor Timur karena pada saat ituTimor Timur sedang dipengaruhi oleh negara lain. Indonesia pada saat itu belummenyadari bahwa di sana terdapat bahan dasar pembuat nuklir, sementaranegara lain sudah lebih dulu menyadarinya. Indonesia juga terlalu percaya bahwaTimor Timur akan memilih masuk NKRI, namun Indonesia tidak mengetahuibahwa negara lain telah menawarkan sejumlah keuntungan jika keluar dari NKRI juga telah melakukan tindakan konkrit dalam membangun Timor Timur, semisalmembangun patung Yesus terbesar di dunia setelah di Rio, Brasil.

 

Orang Paling Misterius Di Indonesia

 

 

 
 
UN1X PROJECT - Sejarah mencatat, paling tidak ada 7 orang misterius di Indonesia yang sebenarnya layak di ketahui keberadaan serta perannya apabila orang-orang tersebut benar-benar ada. Tetapi sayangnya, mereka tetaplah misterius dan tentang keberadaannya sulit diketahui dengan pasti, bahkan beberapa di antaranya, makamnya sulit d temukan.

1. Supriyadi (PETA)
Siapa yang tidak kenal dengan sosok pahlawan satu ini. Supriyadi adalah pahlawan nasional, pemimpin pemberontakan pasukan Pembela Tanah Air ( PETA ) terhadap pasukan pendudukan Jepang di Blitar pada Februari 1945.

Ia ditunjuk sebagai menteri keamanan rakyat pada kabinet pertama Indonesia, namun tidak pernah muncul untuk menempati jabatan tersebut.

Pada waktu itu, Supriyadi memimpin sebuah pasukan tentara bentukan Jepang yang beranggotakan orang-orang Indonesia. Karena kesewenangan dan diskriminasi tentara Jepang terhadap tentara PETA dan rakyat Indonesia, Supriyadi gundah.

Ia lantas memberontak bersama sejumlah rekannya sesama tentara PETA. Namun pemberontakannya tidak sukses. Pasukan pimpinan Supriyadi dikalahkan oleh pasukan bentukan Jepang lainnya, yang disebut Heiho.

Kabar yang berkembang kemudian, Supriyadi tewas. Tetapi, hingga kini tidak ditemukan mayat dan kuburannya. Oleh karena itu, meski telah dinobatkan sebagai pahlawan nasional oleh pemerintah, keberadaan Supriyadi tetap misterius hingga kini. Sejarah yang ditulis pada buku-buku pelajaran sekolah pun menyebut Supriyadi hilang.

Namun yang membuat sosok Supriyadi semakin misterius adalah banyaknya kemunculan orang-orang yang mengaku sebagai Supriyadi. Salah satu yang cukup kontroversial adalah sebuah acara pembahasan buku ‘Mencari Supriyadi, Kesaksian Pembantu Utama Bung Karno’, yang diadakan di Toko Buku Gramedia di Jalan Pandanaran Semarang.

Andaryoko

Dalam acara itu, seorang pria sepuh bernama Andaryoko Wisnu Prabu membuka jati diri dia sesungguhnya. Dia mengaku sebagai Supriyadi, dan kini berusia 88 tahun.
Namun sampai sekarang pengakuan tersebut belum bisa dibuktikan kebenarannya, meski secara perawakan dan sejumlah saksi membenarkan klaim tersebut.

2. Tan Malaka

Salah satu sosok pahlawan nasional kita yang terlupakan. Mungkin salah satu (atau satu-satunya) sosok pahlawan yang memiliki kisah petualangan dari negara ke negara lain dan menjadi sosok yang paling dicari oleh Belanda dan banyak negara lain.
Selain itu, pada masa revolusi kemerdekaan keberadaannya selalu dicari oleh para pejuang pada saat itu ( termasuk oleh Bung Karno ) karena hobinya melakukan penyamaran untuk menghindari mata-mata musuh, sehingga sosoknya selalu misterius dan tidak banyak yang mengenal dengan pasti seperti apa sosok yang bernama asli Sutan Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka itu.

Namun sayangnya keberadaan dari tokoh aliran kiri ini hilang secara misterius dalam pergolakan revolusi kemerdekaan itu. Konon kabarnya Tan Malaka dibunuh pada tanggal 21 Februari 1949 atas perintah Letda Soekotjo dari Batalyon Sikatan, Divisi Brawijaya di daerah Kediri, Jawa Timur. Hingga kini makamnya tidak pernah bisa ditemukan.

3. Gunadarma (Borobudur)

Borobudur dan Gunadarma adalah dua nama yang tidak bisa terpisahkan. Dalam sejumlah literatur, Candi Borobudur diarsiteki oleh sekelompok kaum atau sekelompok Brahmana yang meletakkan dasar pada sebuah tempat pemujaannya dan kemudian entah beberapa waktu kemudian (kemungkinan bisa puluhan, ratusan atau malah ribuan) dibuatkan sebuah proyek mega raksasa, pemberian sebuah ‘kulit’ yang katanya dikepalai oleh seorang arsitek bernama Gunadarma.

Sedangkang siapa sebenarnya sekelompok kaum Brahmana yang terdahulu tidak diketemukan catatan resmi tentang mereka, kemudian cerita tentang kepala penanggung jawab mega proyek pembuatan ‘kulit’ situs tersebut yaitu Gunadarma juga tidak ada sebuah keterangan resmi mengenainya, bisa jadi kata Gunadarma adalah sebuah kata simbol dan bukan merupakan nama seseorang.

Kalau memang benar Gunadarma yang mengarsiteki pembangunan Candi Borobudur, maka perlu kita acungi jempol bagaimana Gunadarma melakukan perencanaan yang tepat dengan kondisi teknologi yang pada saat itu belum begitu canggih. Namun sampai saat ini nama Gunadarma dan Borobudur itu sendiri masih menjadi misteri yang belum bisa diungkapkan dengan tuntas.

4. Ki Panji Kusmin

Suatu ketika majalah Sastra, dengan cetakan tahun VI No. 48, Agustus 1968, memuat sebuah cerpen yang berjudul Langit Makin Mendung yang dikarang oleh Ki Panji Kusmin (diduga ini nama samaran). Cerpen ini bercerita tentang Nabi Muhammad yang memohon izin kepada Tuhan untuk menjenguk umatnya.


Disertai Malaikat Jibril, dengan menumpang Bouraq, Nabi mengunjungi Bumi. Namun Bouroq bertabrakan dengan satelit Sputnik sehingga Nabi serta Malaikat Jibril terlempar dan mendarat di atas Jakarta.

Di situ Nabi menyaksikan betapa umatnya telah menjadi umat yang bobrok. Cerpen ini adalah sindiran terhadap laku keagamaan masyarakat luas yang ‘menyimpang’ pada waktu yang belum jauh berselang dari terjadinya tragedi 1965.
Namun akibat penerbitan Cerpen yang bikin heboh umat ini, Ki Panji Kusmin dituduh telah melakukan penodaan terhadap agama karena mempersonifikasikan Tuhan, Nabi Muhammad, dan Malaikat Jibril.

Tanpa ampun lagi H.B. Jassin selaku penanggung jawab majalah itu dibawa ke pengadilan dan dipaksa untuk mengungkap siapa sebenarnya Ki Panji Kusmin. H.B. Jassin menolak untuk mengungkap jati diri Ki Panji Kusmin.
Untuk itu ia dituntut Pengadilan Tinggi Medan dan divonis in absentia berupa kurungan selama satu tahun dan masa percobaan dua tahun. Dan sampai saat ini pun identitas dari Ki Panji Kusmin tidak terungkap dan dibawa hingga ke liang lahat oleh H.B. Jassin.

5. Imam Sayuti alias Tebo

Suatu hari, pada 1970 hiduplah sepasang suami – istri Fai dan Nasikah di lereng Gunung Watungan, Desa Wuluhan, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Fai bekerja sebagai kuli bangunan, istrinya membantu mencari kayu di hutan Ambulu. Masih pengantin baru, konon mereka belum sempat berhubungan suami – istri, Fai pergi ke kota untuk bekerja di proyek. Fai pun pamit untuk jangka waktu lama.

Ternyata, baru tiga hari pamitan, ‘Fai’ pulang lagi menemui Nasikah. (Dipercaya sebagai gendruwo atau makhluk halus. Postur, cara bicara, suara, dan perilakunya persis Fai, sang suami asl ). Nah, si gendruwo yang menyamar sebagai Fai ini kemudian menyetubuhi Nasikah.
Nasikah, wanita desa itu, tenang-tenang saja karena menganggap ‘laki – laki’ itu suaminya yang sah. Bulan ketujuh Nasikah hamil, Fai palsu pamit. Datanglah Fai yang asli.

Maka gegerlah sudah keluarga baru ini. Untung saja, ulama terkemuka di Ambulu meminta Fai untuk bersabar karena istrinya tidak selingkuh. Ada pesan atau isyarat spiritual yang terjadi dengan istrinya.
Lalu, lahirlah bayi penuh rambut di tubuh dengan bintik-bintik merah. Orang tuanya memberi nama Imam Sayuti. Tapi laki-laki kekar ini diberi nama gaib, Tebo, sesuai dengan petunjuk ‘dari langit’. Tebo kemudian diasuh oleh pasangan suami – istri ini layaknya anak mereka sendiri.

Sosok ini cukup menarik perhatian ketika Tebo dititipkan oleh manajer Wahana Misteri (Penyelenggara pameran yang berkaitan dengan hal-hal gaib) pada tahun 1990 dan menjadi bintang pameran di sana. Akhirnya kontroversi keberadaan sosok ini merebak.
Tentu suatu hal yang ganjil jika ada makhluk alam lain bisa ‘bersetubuh’ dengan manusia dan melahirkan manusia ‘gado – gado’. Hingga saat ini belum ada penelitian yang lebih ilmiah untuk membuktikan keberadaan ‘makhluk’ ini.

6. Perobek Bendera Belanda di Hotel Oranje
Peristiwa 10 November 1945 tentu tidak lepas dari dipicunya oleh salah satu peristiwa yang paling heroik, yaitu perobekan bendera Belanda di atas Hotel Oranje. Kisah ini dipicu oleh berita bahwa di Hotel Oranje di Tunjungan telah dikibarkan bendera Belanda merah-putih-biru oleh Mr Ploegman.
Tentu saja hal tersebut tidak diterima oleh para arek-arek Suroboyo yang merasa pengibaran bendera tersebut dianggap sebagai penghinaan sebagai bangsa yang merdeka.

Pada akhirnya Mr. Ploegman dibunuh oleh seorang pemuda yang mendekati dirinya tanpa ia ketahui dan menusukkan pisaunya bertubi-tubi. Pada saat itu Mr. Ploegman menghadapi ribuan massa di depan hotel yang menuntut penurunan bendera triwarna tersebut. Teriakan untuk menurunkan bendera kian membahana.

Sejumlah pemuda telah membawa tangga untuk naik ke atap hotel, terdapat 8 sampai 10 pemuda. Dari atap ada yang naik ke tiang bendera dalam gemuruh teriakan, lalu bagian biru bendera itu pun dirobek, dan jadilah kini ‘Sang Merah Putih’ yang berkibaran di angkasa.
Lalu yang menjadi pertanyaan adalah siapakah yang menjadi perobek bendera tersebut? Dalam kondisi yang sangat kacau dan penuh massa, tentu tidak mudah bagi para saksi sejarah untuk mengetahui secara pasti siapakah yang melakukannya.

7. Penulis Buku Darmogandhul

Mungkin di antara karya-karya sastra kuno berbahasa Jawa, kitab Darmogandhul adalah salah satu sastra Jawa yang sangat kontroversial. Selain isinya banyak memutarbalikkan ajaran agama tertentu, juga kitab ini sarat dengan sejumlah keganjilan-keganjilan sejarah sebenarnya.


Walaupun menggunakan latar belakang kisah runtuhnya Majapahit dan berdirinya kerajaan Demak Bintara, namun kisah Darmogandhul mencuatkan hal-hal yang tidak masuk akal pada zamannya. Hal ini didapati pada untaian kisah berikut:

… wadya Majapahit ambedili, dene wadya Giri pada pating jengkelang ora kelar nadhahi tibaning mimis, …

Maksudnya: Pasukan Majapahit menembak dengan senapan, sedangkan pasukan Giri berguguran akibat tidak kuat menerima timah panas.
Apakah zaman itu sudah digunakan senjata api dalam berperang? Hal tersebut tidak mungkin sebab senjata api baru dikenal sejak kedatangan bangsa Eropa ke bumi Nusantara.
Darmogandhul ditulis setelah kedatangan bangsa Eropa, bukan pada saat peralihan kekuasaan dari Majapahit ke Demak Bintara.

Lalu siapakah sebenarnya penulis kitab ini? Sampai saat ini belum ada yang bisa menunjukkan secara pasti siapakah pengarang kitab ‘ngawur’ ini. Namun dari sejumlah analisis tulisan dan latar belakang sejarah dalam kitab itu, Darmogandhul ditulis pada masa penjajahan Belanda.
Penulis Darmogandul bukan orang yang tahu persis sebab-sebab keruntuhan Majapahit yakni Perang Paregreg yang menghancurkan sistem politik dan kekuasaan Majapahit, juga hilangnya pengaruh agama Hindu.
Kitab Darmogandhul diduga hanya produk rekayasa sastra Jawa yang dipergunakan untuk kepentingan penjajah Belanda.

Kekayaan Sejati Indonesia (2)

 

Perbankan sebagai kendaraan untuk pencurian

Kendaraan untuk ini disebut dominasi ekonomi Cina ekonomi adalah melalui lisensi dari ratusan bank swasta, terutama dimiliki oleh Cina. Bank-bank pada gilirannya didanai ribuan perusahaan, terutama milik Cina. Dana dari bank-bank kepada perusahaan asosiasi yang juga memiliki bank melanggar undang-undang perbankan. Dalam peraturan dari bank sentral Bank Indonesia, Departemen Keuangan dan berhubungan institusi yang kira untuk menjaga terhadap malpraktek ini ditutup mata.

Meskipun ada banyak bank-bank Cina memiliki lebih pribadi daripada masyarakat pribumi atau pernyataan (negara) bank BUMN yang terangkat dalam jumlah selama periode 1988 dan seterusnya, kenyataannya adalah pemerintah atau sektor publik yang dibiayai bank-bank. Ketika krisis ekonomi terbayang dan menjadi bagian dari realitas ekonomi bencana, pemerintah harus menyelamatkan bank-bank swasta Cina.

66 bank yang mengalami masalah pembayaran ditutup. 13 orang lainnya terlalu besar untuk dimatikan akhirnya dinasionalisasi. Ini adalah (BCA [yang mengklaim dipercaya 250.000 akun baru setiap hari pada Desember 2000 bahwa pelanggan baru BCA telah menambah modal pembukaan rekening awal mereka dari tradisional Rp 50.000 atau US $ 5,25 menjadi Rp 500.000], Bank Danamon, Bank Lippo [ induk dari Bank of China di Hong Kong], Bank Niaga [milik pribumi], Bank Internasional Indonesia [BII], antara lain) yang diselamatkan.

Aset, utang dan kewajiban bank-bank swasta yang ditutup dan disita kemudian diambil alih oleh pemerintah karena bank-bank China yang didanai dengan uang publik melalui mekanisme yang disebut kredit likuiditas perbankan yang didanai oleh Bank Indonesia (BI) bank sentral. Sebuah lembaga yang disebut Badan Penyehatan Perbankan Indonesia (BPPN) kemudian dibentuk untuk menangani masalah khusus ini.

Pada Desember 2000, tidak ada bekas Bank China yang berkembang selama rejim Soeharto, khususnya selama periode tahun 1988 sampai 1997 ketika orang dapat mendirikan bank, yang tidak lagi dimiliki oleh pemilik aslinya. Mereka gagal untuk membayar utang kepada BI yang telah diakumulasikan, jumlahnya sekita hingga US $ 150 miliar.

Banyak bankir tersebut telah melarikan diri dengan uang klien mereka yang menempatkan mereka dalam rekening asing di Singapura, Hong Kong, Taiwan, Australia, China, London dan Amerika Serikat Dalam Sementara itu pemerintah Indonesia kiri memegang tas dan wajib untuk membayar deposito publik mereka.

Krisis Ekonomi 1998-2000, yang menempatkan 132 pemiliknya dibawah investigasi kriminal dan menempatkan beberapa dari mereka di bawah larangan bepergian ke luar negeri. Beberapa dari mereka berhasil lolos, misalnya pemilik Bank Harapan Santoso (BHS Bank) yang kini ditahan di Australia.

Dana tersebut juga menjadi “uang” yang didanai pinjaman lain, kebanyakan rekanan International, dan lain-lain melalui usaha patungan dengan asing multinasional. Sebuah perusahaan startup melakukan hal ini dengan menyediakan uang bibit ini mulai dari 5% sampai 30% untuk memulai usaha patungan nasional atau internasional berbasis, 95% sampai 65% sisanya diberikan oleh bank atau warga negara multi-berbasis di luar negeri.

Tanpa terkecuali, semua bank melahirkan perusahaan asosiasi dan anak bervariasi dari 5 sampai lebih dari 265 perusahaan per bank. Selain anak perusahaan mereka sendiri, mereka dibiayai bisnis Cina lainnya. Semua dari mereka melanggar hukum BMPK suatu bank, dasar untuk penyelidikan pemerintah dan dakwaan pidana terhadap pemilik bank.

Secara total, bank-bank milik Cina dibiayai ribuan bisnis dari ibu angkat dan ayah angkat konglomerat internasional di mana banyak dari mereka mendominasi dan mengambil alih perusahaan asing di seluruh dunia dan, seperti yang dilaporkan dalam media berita AS, juga mensponsori bagian dari pemilihan ulang dana kampanye Bill Clinton melalui anak Group Lippo.

Beberapa dari perusahaan multi-nasional sekarang terjebak dengan skenario ini. Mereka juga menuntut pemerintah Indonesia bertanggung jawab atas utang yang diperoleh. Perusahaan-perusahaan Amerika menggunakan Pemerintah AS untuk menekan pemerintah Indonesia. IMF kini telah melompat ke kereta musik, dan mereka, juga mengatur syarat dan kondisi sebelum rilis jadwal pinjaman mereka untuk membantu bangsa saat ini krisis ekonomi. Untuk pada perspektif tanah awam bagaimana minoritas ini mampu mendominasi sektor swasta silakan klik di sini.

Sementara ratusan perusahaan, banyak dimiliki oleh minoritas Tionghoa dibiayai oleh bank mereka baru berdiri – yang pada gilirannya didanai oleh bank sentral Bank Indonesia menggunakan dana publik – pergi sekitar terompet mereka kaya, dan bangsa Indonesia tidak bisa hidup tanpa mereka karena mereka adalah pilar ekonomi bangsa.

Mitos ini kemudian diadopsi oleh semua orang di lingkaran keuangan Asia, dan setiap orang dari komentator TV, pers dan masyarakat, termasuk masyarakat Indonesia, khususnya presiden ketiga BJ Habibie Pak Indonesia, dan sekarang menjabat Presiden Abdurrahman Wahid, percaya ini mitos.

Perkembangan bank-bank Cina dari kurang dari 1 lusin ke lebih dari 200 bank dimungkinkan karena korupsi aparat pemerintahan Soeharto, yang dipimpin oleh Bank Sentral Indonesia dan 7 bank-bank BUMN memberi mereka makan dengan dana dan memungkinkan mereka untuk berkembang biak.

Motif untuk pembayaran akhir, atau kepemilikan saham minoritas, biasanya atas nama anak dari pejabat bank pemerintah ‘, anak perempuan, istri, atau kerabat dekat yang dipercaya, bahkan selingkuhannya. Dalam kasus lain, panggilan telepon dari istana presiden Soeharto atau sebuah memo dari seorang yang dikenal dekat dengan istana, memberikan ijin perbankan. Para pejabat pribumi lebih suka berurusan dengan Cina karena selama bertahun-tahun, minoritas kroni Cina biasanya menyuap dalam bisnis mereka. Pejabat dapat mengandalkan mereka untuk tetap menutup mulut mereka dalam hal acara beres.

Namun berita yang sedang berlangsung televisi, dengan bukti, fakta dan angka didukung oleh salah satu tokoh nasional maupun internasional terkenal akuntan publik ditayangkan melalui TV, dipublikasikan dalam berita media, pencabutan travel 132 eksekutif bank, dan penangkapan atau dakwaan ini bankir menghancurkan mitos ini.

Fakta-fakta ini juga publikasi TV di parlemen selama berjam-jam dan berhari-hari dengan tidak kurang dari Cina, Kwik Kian Gie, yang saat itu Menteri Koordinator Perekonomian & Keuangan. (A Menteri Koordinator adalah menteri senior yang mengawasi kementerian dan menteri kabinet mereka di bawah kategori tugasnya, misalnya Keuangan, Industri Ministries, dll).

Dia bernama nama, nama perusahaan, yang berapa kekayaan perusahaannya, apa dimiliki pemilik bank yang perusahaan, yang kantor akuntan publik nasional dan internasional memberikan apa angka, dan seterusnya selama berjam-jam berlangsung beberapa hari. Angka yang diberikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan, Badan Pemeriksa Keuangan Menteri departemen terkait, Kantor Inspektur Jenderal dari beberapa kementerian terkait, dan beberapa perusahaan akuntansi nasional dan terkenal internasional.

Fakta-fakta dan angka yang sangat mengungkapkan, dan ditampilkan bagaimana akar korupsi menembus dinding pemerintah pusat, menurun ke propinsi, dan bahkan tingkat desa yang utamanya berhubungan penyitaan dari perjanjian besar pertanahan seluruh negeri untuk industri, dan bahkan saluran tanah tidak berguna seperti golf dan hotel-hotel mewah, sementara massa lokal semakin panas dengan kebencian dan balas dendam karena persetujuan tidak berhukum dari tanahnya, 90% dari mereka tidak dibayar untuk.

Salah satu penyebab utama ketidakbahagiaan rakyat di pedesaan

Indonesia pada dasarnya adalah negara agraris. Mayoritas penduduknya sampai tanah dan tergantung pada sifat turun temurun untuk kebutuhan sehari-hari mereka. Jika kota-kota besar mengalami krisis ekonomi, daerah pedesaan tidak terlalu terpengaruh oleh itu. Ini adalah norma, dan baru-baru ini didirikan sebagai fakta setiap kali mengecilkan ekonomi di kota melesat hingga 16 sampai 20%, pedesaan tetap pada tenang 3 sampai 5%. Ketika sebuah industri memutuskan untuk mendirikan sebuah bisnis besar, tanah akan dibeli dari penduduk setempat. Banyak kali, penduduk lokal dipaksa untuk menjual tanah mereka, sementara pendapatan dari itu tidak akan cukup untuk melanjutkan cara hidup mereka yang sederhana. Oleh karena itu, mereka menuju kota-kota menyebabkan masalah pengangguran bagi kota-kota, dan masalah bagi para pekerja yang tidak terampil.

Itu taktik kroni Soeharto untuk menawarkan untuk membeli sebidang tanah. 10% dari harga yang disepakati dibayar dengan maksud untuk membayar sisa 90%. Pemilik menyerahkan akta tanah asli ke notaris untuk transfer kepemilikan. Ketika kepemilikan sudah ditransfer dan ketika tiba saatnya untuk membayar sisanya, ternyata tidak dibayar. Sebagai notaris publik adalah saksi resmi pemerintah bertindak atas nama pemerintah, notaris publik diharuskan untuk mematuhi pemerintah, supaya mereka longgar atas lisensinya. Tidak ada hukum bagi orang-orang ini tidak memiliki dana untuk berperang secara hukum melawan lawan yang lebih baik-off. Lihat cerita perusahaan minyak Caltex raksasa di sidebar.

Jika protes warga yang khas (Lihat cerita side bar Caltex), ia ditangkap bukan oleh polisi tetapi oleh militer untuk menyebabkan gangguan (misalnya tentang tanah yang “tidak lagi dimiliki”). Walaupun ini merupakan penyalahgunaan pemerintah di tingkat provinsi atau desa, pada penduduk kampung, pemerintah merampas apa yang menjadi haknya.

Banyak daerah di Jakarta, misalnya Central Business District (CBD), bandara Soekarno-Hatta, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), bagian dari Jalan Sudirman (arteri utama antara Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan Kebayoran pinggiran kota), peternakan Soeharto di Bogor, Jawa Barat, dan daerah konflik lainnya di seluruh negara itu sasaran kekerasan tersebut.

Membeli properti di daerah-daerah di Jakarta, atau properti lainnya milik Soeharto dan rekan bisnisnya di mana saja di negara ini, berarti sebuah risiko peluang pertempuran hukum dengan mantan pemilik tanah. Mantan pemilik tanah yang sekarang dalam pertempuran hukum dengan perusahaan multi nasional (akuisisi properti yang dulunya disponsori oleh orang-orang Soeharto), dengan lembaga pemerintah termasuk lapangan udara (karena Pembentukan paksaan), dan perusahaan swasta yang sebelumnya dimiliki oleh lingkaran Soeharto.

Orang-orang di desa-desa sekarang menuntut keadilan, dan tidak lagi takut terhadap siapa mereka hadapi, termasuk angkatan bersenjata dikhawatirkan sebelumnya. Ketika mereka disarankan untuk mengejar masalah hukum, banyak dari mereka mengambil nasihat ini, tetapi lebih sering mereka tahu itu adalah perjuangan yang berat. Mereka sadar bahwa mereka akan kehilangan bahkan sebelum mereka mulai karena mereka tahu sistem hukum yang korup. Perjuangan mereka, setelah bertahun-tahun frustrasi, dan bahkan belanja tidak berguna pada pertempuran hukum yang mencoba untuk memulihkan tanah mereka (yang telah menjadi lapangan golf, hotel resor mewah, atau bisnis lainnya), akhirnya berkali-kali melakukan pembakaran kendaraan mereka, bangunan, bahkan membunuh aparat bersenjata, selama 2 tahun terakhir. Lihat side bar artikel

Hal ini merupakan penyalahgunaan kekuasaan dan ketidakadilan, kecurangan baik oleh penilai tanah yang tidak adil dan alasan lainnya, dan sebagian besar diselesaikan dengan mengirimkan personil bersenjata di provinsi-provinsi Indonesia di Irian (Papua), Kalimantan dan daerah lainnya yang menyebabkan tuntutan kemerdekaan dari bangsa Indonesia.

Mr Kwik mengungkapkan bahwa jika otoritas hukum melakukan pekerjaan mereka dengan baik, “ke atas dari 85% dari semua pegawai pemerintah, dan 75% dari semua bisnis konglomerat akan berakhir di penjara. “Jika hal ini terjadi,” katanya dalam sidang parlemen yang disiarkan televisi, “tidak akan ada yang tersisa untuk menjalankan negara.” (75% bisnis konglomerat sebagaimana dimaksud tidak termasuk yang biasa, atau ibu-dan-pop, usaha) .

Bapak Kwik kemudian dipecat oleh Presiden Abdurrahman Wahid karena, karena beberapa orang mengatakan, ia mengungkapkan terlalu banyak hal, terlalu cepat, dan individu menyentuh yang telah memberikan kontribusi kepada presiden Abdurrahman.

Dalam Sementara itu mantan Habibie dan Gus Dur hadir pemerintah berusaha membujuk “investor asing” untuk kembali ke Indonesia, tidak menyadari bahwa sekitar 75% dari “investor asing” ini sebenarnya adalah milik Indonesia, banyak yang didanai oleh dana rusak bersumber dari Indonesia pejabat, orang lain yang didanai oleh uang curian yang diberikan oleh pemilik bank yang tersamar sebagai pemilik luar negeri, dan dikelola oleh Indonesia yang dibayar karyawan asing.

Presiden bangsa ini tidak berasal dari sektor bisnis, atau memiliki pengalaman pengusaha harus pergi melalui untuk sampai ke puncak. Mantan Presiden Habibie sebagai insinyur pesawat terbang, dan sebagai mantan presiden negara perusahaan manufaktur pesawat IPTN, janji presiden, yang dituduh di Parlemen memberi miliaran dolar, menunjukkan kurangnya keahlian bisnis. Oleh karena itu, presiden ini tidak bisa disalahkan jika mereka tidak mengetahui yang bernuansa usaha pada umumnya, khususnya bisnis Indonesia.

Menjalankan Kepresidenan ke dalam tanah

Selama periode satu tahun itu, keempat Presiden Gus Dur di Indonesia (sejak kemerdekaan bangsa pada tahun 1945) menunjukkan bagaimana untuk tidak menjalankan presiden dan mengendarainya ke tanah. Apa yang menjadi harapan bagi 215 juta orang Indonesia ketika mahasiswa memaksa Soeharto dari jabatannya pada tahun 1998, tiba-tiba menjadi bencana.

Tidak hanya Gus Dur kini terlibat dalam beberapa skandal keuangan yang dituduhkan, misalnya Bulogate, Bruneigate, Aryantigate (referensi ke nyonya dugaan), Baligate dan Tommygate (hilangnya putra mantan presiden Soeharto ketika Mahkamah Agung menyatakan Tommy bersalah dari penipuan tanah terhadap negara dengan tuduhan bahwa Mr Wahid menerima Rp 1 triliun [setara dengan US $ 110 juta] ketika Wahid dan Tommy diam-diam bertemu di Borobudur hotel bintang 5). Abdurrahman Wahid juga diduga skandal tidak begitu terkenal lainnya.

Mr Abdurrahman melompat dari satu terbuka menyatakan kontradiksi lain, dan membantah bahwa dia pernah membuat mereka meskipun rekaman video ditampilkan untuk umum menunjukkan bahwa dia membuat pernyataan tersebut. Dia menghina kecerdasan rakyat, kehilangan dukungan mereka, dan bahkan dukungan dari partai Islam sendiri. Akhir-akhir ini ia menghina tuan rumahnya di Singapura, sementara di Singapura, dengan mengancam untuk memotong pasokan air mereka yang hanya gertak sambal karena Indonesia bahkan belum diinstal sistem belum, dan bahkan membuat suara untuk menarik diri dari ASEAN berusia 30 tahun (Asosiasi dari South East Asian Nations) di mana Indonesia merupakan pilar dan anggota co-pendiri.

Mr Abdurrahman menyatakan secara terbuka bahwa 3 debitur swasta atas negara dan konglomerat yang berutang puluhan miliar dolar, menjadi “dibebaskan” dari investigasi kriminal, setidaknya untuk dua tahun ke depan untuk memungkinkan mereka “waktu untuk menjalankan perusahaan mereka karena mereka memberikan kontribusi untuk ekspor Indonesia. ”

Tak perlu dikatakan, ini mengungkapkan bagaimana naif, dan bagaimana dia memenuhi syarat sebagai Presiden Indonesia pada kerja bisnis yang merupakan faktor penting dalam memberikan kontribusi bagi kesejahteraan suatu negara.

Ini dibawa turun kritik keras dari seluruh lapisan masyarakat dan DPR pada Presiden Abdurrahman Wahid, dan kecurigaan mereka bahwa ia mendapat lunas. Amunisi ini ditambahkan ke musuhnya untuk membawa proses impeachment terhadap dirinya. Sebuah komite khusus atau Pansus, awal Januari 2001 yang diformulasikan untuk menyelidiki beberapa skandal yang telah dikaitkan dengannya.

Dia membawa malu dan penghinaan kepada rakyat Indonesia karena gerakan separatis meningkat, perekonomian menjadi lebih buruk, publik mendukung 3 pemilik konglomerat di bawah dakwaan pidana karena mencuri miliaran dolar, sementara tidak ada masalah dalam negeri sedang diselesaikan karena ia lebih suka pergi bertualang luar negeri dengan alasan bahwa ia “adalah mempromosikan investasi asing di luar negeri”. Setelah semua bertualang nya, investasi asing tidak meningkatkan, bahkan, mereka bahkan menurun, karena investor takut bahwa hukum akan pernah ditegakkan selama Abdurrahman masih presiden dan selama ia secara terbuka melindungi penjahat didakwa.

“Seorang presiden harus memimpin,” komentar seorang pedagang rokok trotoar, “tidak dipimpin” dalam referensi untuk memegang oleh ajudan militer karena dekat kebutaan total Mr Wahid tangan. “Tentunya kita harus memiliki lebih dari orang-orang berkualitas cukup di negeri ini dari 200-juta orang ditambah,” komentar yang lain.

Ini juga menempatkan Bank Gubernur, Syahril Sabirin, di bawah tahanan kriminal 5 bulan dan seorang tersangka kriminal dalam skandal Bank Bali sejak Oktober, 2000. Presiden Abdurrahman memiliki dugaan perselisihan dengan Syahril sebelum dakwaannya, yaitu, mengundurkan diri sebagai gubernur bank, ditugaskan sebagai duta besar, atau didakwa atas tuduhan kriminal, menyiratkan kepada orang-orang bahwa duta postingan tidak lagi terhormat, namun telah menjadi sampah bisa.

(Gubernur Bank Sabirin menolak untuk mengundurkan diri karena DPR sekarang memiliki kewenangan untuk menunjuk Gubernur Bank Tidak ada lagi hak prerogatif presiden Sabirin mengambil alih apa yang sistem Bank Indonesia bank sentral korup dan predator,.. Ia tidak menyebabkannya. Pak Sabirin awalnya ditunjuk gubernur ketika Soeharto masih presiden).

Investasi Asing yang dimiliki oleh orang asing tidak mengembangkan negara

Itu bukan investor asing yang berinvestasi di negeri ini, tetapi “perusahaan asing” yang dimiliki oleh orang Indonesia, atau kuasanya asing mereka.

Ini adalah rahasia umum di kalangan bisnis tingkat atas berpengalaman yang pemain dalam bisnis tingkat atas (dan karena itu menyadari apa yang terjadi mereka berpartisipasi dalam acara ini) yang ketika korporasi asing berinvestasi di Indonesia, termasuk terkenal dunia perusahaan, dana tersebut benar-benar dimiliki oleh orang Indonesia.

Bagaimana ini dilakukan? Daripada investasi di New York atau Bursa Efek London, misalnya, dana yang berasal dari korupsi diinvestasikan kembali ke Indonesia, menyamar sebagai “investasi asing” melalui proxy berbasis asing, baik perorangan atau perusahaan.

Sebagai contoh, sebuah perusahaan konstruksi asing terkenal (begitu dikenal, pada kenyataannya, bahwa setiap orang dalam usaha konstruksi besar telah mendengar tentang mereka) didekati dan diberikan janji-janji kontrak yang menguntungkan di Indonesia.

Perusahaan ini, katakanlah, enggan untuk berinvestasi. Tapi ini perusahaan multi-nasional besar yang dipilih karena ukuran dan reputasi karena partisipasi mereka, karena ini sejalan dengan sebuah proyek multi-juta dan multi-miliar utama yang harus dikembangkan.

Entitas Indonesia ini menyediakan dana investasi dalam nama korporasi asing. Ini adalah cara yang aman untuk menyembunyikan dana kotor.

Perusahaan penerima bukan merupakan lembaga keadilan, atau agen moral, sehingga tidak terlalu penting dari mana dana tersebut berasal. Kebanyakan perusahaan berhenti di sumber pendanaan narkotika. Tambahan dana investasi meningkatkan citranya, sehingga sejauh penerima yang bersangkutan itu adalah untuk keuntungan mereka. Ada variasi ini, tapi secara keseluruhan ini adalah untuk kepentingan penerima dan pemegang sahamnya. Juga, ini adalah kesempatan untuk “disponsori” oleh pemain dari usaha masyarakat Indonesia yang bisa mendapatkan mereka semua hal yang mereka butuhkan, menghemat waktu dan usaha mereka.

Korporasi asing, dengan kerjasama klien dari Indonesia, dijanjikan “perawatan khusus” seperti eksklusivitas (dalam kenyataan yang monopoli ilegal), dan janji-janji lain yang akan terlalu bagus untuk dilewatkan. Entitas Indonesia dengan akses ke dana rusak dan dicuri pastinya mempunyai akses untuk memberikan insentif khusus.

Korporasi asing berinvestasi, tetapi tidak benar-benar menggunakan dana sendiri bersumber dari rumah para pemegang saham. Untuk membuat pengaturan hukum di mata pemerintah asing di mana perusahaan ini didasarkan, tidak masalah bagi pengacara mereka untuk membuat pengaturan yang diperlukan, misalnya, dengan penerbitan saham khusus untuk melayani skenario ini.

Atau dengan pembentukan perusahaan lokal yang berbasis di Indonesia, menggunakan nama multinasional asing di bawah PMA investasi asing, tetapi kepemilikan saham adalah milik mayoritas oleh salah satu nama yang terdengar asing (yang sebenarnya adalah perantara dari entitas Indonesia), atau dimiliki secara langsung oleh nama Indonesia. Entitas Indonesia jelas tidak diketahui dan belum pernah terjadi, tetapi dalam kenyataan relatif menunjukkan entitas Indonesia mengatur keseluruhan skenario. Seluruh skenario pada gilirannya secara hukum diatur oleh cerdas, sangat dibayar pengacara multi nasional dan rekan-rekan mereka di Indonesia.

Uang membeli pengacara multi-nasional

Ingatlah juga bahwa individu dengan ratusan juta dan miliaran dolar memiliki kapasitas yang sama sebagai Mafia berikutnya, atau bos narkotika, untuk menyewa pengacara terbaik uang multi-nasional dapat membeli yang dapat menampilkan Indonesia klien mereka semua keuangan internasional dan korporasi trik dalam buku ini. Ini termasuk membeli bank yang ada di daerah bebas pajak di belahan barat dan timur, termasuk daerah lebih dikenal seperti Swiss, Inggris dan Amerika Serikat

Banyak swasta di Indonesia telah melakukan ini, termasuk Bank Indonesia, yang membeli Andover Bank di Belanda (tapi sekarang sudah mencoba untuk menjualnya).

Besaran dana kotor dapat didepositkan di bank tidak dikenal, terutama di bebas pajak dimana pelaporan ke penguasa tidak diminta, dan penguasa internasional atau pemerintah nasional memiliki waktu sulit menemukan dan memeriksa deposito ini. The Union Bank of Switzerland, UBS sekarang salah satu bank dunia prima terbesar, pada tahun 1950 adalah kecil satu ruangan perbankan. Tapi Soekarno mengubah semua itu ketika dia disimpan dalam jumlah besar agunan di bank mereka.

Memang, ada investor asing, 100% dimiliki oleh entitas asing. Tapi besar dan keluar dari total 100%, adalah aman untuk mengatakan bahwa setidaknya 75% dari total investasi asing dimiliki oleh orang Indonesia, atau Mr John Mcarthy (atau nama yang terdengar asing lainnya), dengan mewah judul ketua dewan luar negeri New York, misalnya, tetapi yang sebenarnya adalah seorang karyawan dari suatu entitas Indonesia.

Setiap kali diperlukan untuk kenyamanan pemilik dana, sebuah perusahaan yang berbasis asing dapat dibeli, dengan manajemen tetap, namun kepemilikan telah berubah tanpa kesadaran publik.

Jika perusahaan ini terdaftar di bursa efek, masyarakat bisa membelinya, listing tersebut ditarik, dan perusahaan ini tidak lagi diperlukan untuk memberitahukan kegiatannya. Tetapi yang utama, penyandang dana wo ingin menyembunyikan dana kotor mereka, tidak menarik perhatian dengan pergi melalui metode ini.

Investasi di PT Telkom Indonesia (nasional telekomunikasi monopoli) oleh “entitas asing” yang berinvestasi melalui NYSE dan London Stock Exchange, misalnya, pada kenyataannya didanai oleh investor Indonesia melalui proxy asing. Sebagian besar dana tersebut berasal dari dana rusak diperoleh melalui IMF, Bank Dunia dan lembaga internasional lainnya.

Fakta yang tersedia di berita keuangan menampilkan Indonesia melalui sektor swasta baik PMA dan kerjasama domestik PMDN dikoordinasikan oleh Badan Investasi BKPM, berinvestasi di mana saja dari US $ 20 miliar menjadi $ 40 miliar per tahun selama dua dekade terakhir, US $ 33 miliar pada 1997-1998 dan $ 13 miliar pada 1998-99 penurunan drastis karena krisis ekonomi Asia yang melanda Indonesia yang paling sulit.

Hampir selalu, investor PMDN dalam negeri Indonesia (dana milik dalam negeri bersumber incountry atau luar negeri) yang mayoritas investor, kadang-kadang sampai 90% dari kedua PMA dan PMDN investasi tahunan, tetapi biasanya rata-rata 60% selama beberapa dekade.

Oleh karena itu, investasi tahunan dari kedua PMA dan PMDN sebesar US $ 30 miliar, katakanlah, 60% dari total atau $ 18 miliar adalah pasar domestik yang dimiliki, sedangkan sisanya $ 12000000000 adalah bersumber asing, atau dimiliki oleh entitas asing. Meskipun “milik asing”, diperkirakan bahwa sekitar 75% dari ini $ 12 miliar, atau $ 9 miliar sebenarnya dimiliki oleh orang Indonesia tetapi diwakili asing melalui perantara.

Hal ini tidak benar dana milik asing Indonesia yang dibangun pada tahun 1966 ketika Soeharto untuk mengambil alih apa itu hari ini.

Selain itu, terdapat investasi oleh perusahaan lokal tidak terdaftar menggunakan domestik BKPM Penanaman Modal rata-rata 30% sampai 60% dari tertentu tahunan PMDN dan PMA keseluruhan. Hal ini dikarenakan, khususnya kelompok investor tidak menerima manfaat yang signifikan baik di bawah BKPM Penanaman Modal dalam negeri atau asing, misalnya pembebasan pajak atau peralatan, dan karena itu tidak mendaftar mereka investasi baik dalam negeri maupun luar negeri BKPM. Ini investasi non-BKPM adalah pembentukan perusahaan baru di seluruh negara diwakili sebagai PT biasa (PERUSAHAAN Terbatas atau perusahaan terbatas).

Di mana dana tersebut berasal? Pasti dari penyandang dana internasional dan bankir. Tapi penyandang dana internasional hampir selalu membutuhkan jaminan bankable. Kata kunci di sini adalah agunan “bankable”. Sumber lain adalah biji uang yang dijelaskan di atas, bersumber dari dana korupsi atau dicuri.

Agunan tersebut, yang dimiliki oleh anggota keluarga kerajaan, yang terdiri dari emas dan platinum, beberapa berlian dan batu giok. Mereka adalah jaminan ‘bankable’, dan disimpan dalam lemari besi bank sentral pemerintah di 93 negara dan 113 bank utama utama yang dijelaskan di atas.

Mereka tidak ada hubungannya dengan rusak atau dicuri dana karena mereka dalam keberadaan beberapa ratus tahun yang lalu. Tetapi sebenarnya agunan yang diberikan dana yang diberikan oleh lembaga donor internasional (IMF, Bank Dunia, dll) kepada pemerintah Indonesia dalam program pinjaman yang kemudian dikorupsi oleh anggota pemerintah Soeharto selama 32 tahun terakhir.

Mereka yang berwenang dengan akses di bank utama internasional yang terdaftar di bank-bank utama.

Perhatikan juga bahwa mereka “dengan akses” belum tentu “pemilik” dari aset tersebut. Situasi ini mirip dengan deposan yang memiliki deposit $ 10.000, tapi asli sertifikat $ 10.000 dipegang oleh orang lain, dan seseorang ini lain memiliki dokumentasi yang relevan otorisasi dia untuk memegang dokumen asli (jika kepemilikan tanpa dokumentasi yang relevan dapat ditafsirkan sebagai pencurian).

Untuk dapat melikuidasi kepala sekolah, atau untuk melikuidasi kepentingannya, atau untuk menggunakan aset tersebut sebagai jaminan pinjaman, atau untuk menggunakan agunan atau bunga dengan imbalan yang tinggi dan program investasi jangka panjang, baik pemegang sertifikat asli yang terdaftar dan pemilik harus hadir di bank tempat deposit ini diselenggarakan.

Hal ini lebih rumit karena banyak aset tersebut dimiliki oleh orang yang sekarang sudah almarhum, keturunan mereka tidak selalu memiliki akses mudah untuk warisan mereka. Bank-bank (banyak di Swiss) memegang aset tersebut juga tidak membuat hidup mudah bagi keturunan ini. Untuk keturunan untuk memiliki akses ke warisan mereka, mereka harus memiliki nama-nama mereka, tanda tangan, foto frontal dan samping, jari dan cetakan telapak terdaftar di bank di mana warisan mereka berada. Jika pemilik asli aset mengabaikan untuk memenuhi persyaratan ini, penguasa itu mungkin juga lupa pada warisan yang pernah ada. Selama ini dokumentasi bank yang – seperti yang ditentukan oleh bank tertentu – tidak tersedia di data bank mereka, tidak ada jumlah dokumentasi notaris atau akta kelahiran akan melepaskan aset tersebut.

Perhatikan juga, Bapak Soeharto suatu kali pergi ke 3-hari perjalanan di Jerman dengan anak didik Dr BJ Habibie, berpura-pura untuk pemeriksaan medis. Tanpa diketahui publik, namun, kedutaan Swiss di Jakarta juga mengeluarkan visa untuk Mr Soeharto, semua anaknya dan semua cucu dan yang selama periode ini khususnya semua keluarga Soeharto berwisata ke Swiss. Kenapa? Untuk memenuhi syarat perbankan ini, karena tidak ada yang mengambil semua keturunannya untuk pemeriksaan medis.

Semakin lama bank-bank berpegang pada aset ini, lebih baik mereka. Ini adalah fakta kehidupan di bidang perbankan: bonus untuk bank bila deposit besar tidak diklaim oleh pemilik atau keturunan. Bank seperti itu tidak terburu-buru untuk mencari para ahli waris dan pemilik yang sah.

Produk batubara, minyak, emas atau kehutanan di tanah yang tidak bankable. Hal ini tidak dalam lingkup halaman ini untuk tinggal dalam hal ini, tapi cukup untuk mengatakan investor swasta Indonesia memperoleh banyak dana dari suatu tempat, dan memiliki kemampuan ini setidaknya selama 25 tahun terakhir memungkinkan untuk membangun Indonesia menjadi salah satu tercepat di dunia pertumbuhan ekonomi setelah China. Pemerintah hanya kendaraan untuk mempertahankan kontrol dan koordinasi kegiatan. Pemerintah bukanlah investor, dengan pengecualian infrastruktur di mana mereka mendapatkan dana dari pajak dan pinjaman antar pemerintah.

Terlepas dari Timor Timur dan krisis lainnya yang membuat protes dari masyarakat internasional untuk menahan dana ke Indonesia, bankir internasional yang memgang jaminan bank swasta atas nama pemilik Indonesia, masih memberikan dana untuk para pemilik Indonesia, banyak ini disimpan di luar negeri.

Karena dana tersebut berasal dari jaminan swasta, mereka tidak ada sama sekali hubungannya dengan kinerja pemerintah. Hal ini tidak berbeda dari personal deposit $ 10000 seseorang sendiri yang tidak tunduk pada kinerja pemerintah, dan satu dapat melakukan sesuatu sebagai pemiliknya – untuk menjaga dirinya, atau kontribusi kepada pemerintah, atau membayar tentara bayaran untuk menciptakan kekacauan – kecuali bahwa deposit ini jauh lebih besar dan dapat bergoyang dan telah menjadi bagian dari ekonomi negara-negara industri. Ia juga beruntung bahwa pemilik agunan besar ini – seperti yang khas dari pemilik $ 10.000 – tidak memilih untuk membeli senjata seperti itu adalah hak mereka untuk melakukan dengan dana pribadi mereka.

Diakui oleh IMF

Mengakui Keberadaan sejumlah besar aset milik Indonesia, kepala IMF, Michael Camdessus, dalam jumpa pers di Washington, DC (ketika nilai tukar rupiah anjlok dari Rp 2.000 per dolar AS menjadi Rp 18.000) mengatakan: bilateral donor Australia, Cina, Hong Kong, Jepang, Malaysia, Singapura dan Amerika Serikat di samping IMF, Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia, berniat untuk memperbaiki “depresiasi rupiah yang berlebihan, dan mereka akan bertindak lagi jika diperlukan” .

Selain itu, ia menyatakan, Indonesia adalah “untuk menggunakan aset eksternal substansial sendiri”. (Miring adalah kata-kata persisnya, dikutip dari direktur pelaksana IMF dalam pers briefing dan laporan lembaga lain tanggal 31. Oktober, 1. November, dan 10. November 1997).

“Substansial” di IMF tidak berbicara puluhan atau bahkan ratusan miliar dolar karena Indonesia pada tahun 1991 sudah berutang lebih dari US $ 100 miliar, tetapi lebih di wilayah triliunan dolar. Tidak hanya itu, diragukan apakah IMF dan lembaga pemberi pinjaman multi-nasional lainnya menyadari total semua aset milik Indonesia, karena banyak dari aset tersebut berada di negara di mana itu bukan anggota IMF, misalnya Libya dan Irak.

Bank Dunia, sebagai negara namanya, adalah persis bahwa: bank, dan tempat penyimpanan dana dan jaminan. IMF yang tepat adalah: pengelola dana, bertanggung jawab untuk penyaluran dana atas nama penerima. IMF didominasi oleh AS dan ada negara yang memiliki sentimen negatif terhadap Amerika Serikat dan memilih untuk tinggal jauh dari lembaga didominasi AS. Untuk lebih lanjut mengenai Bank Dunia dan IMF, silakan klik di sini.

Individu dengan deposito lebih dari US $ 1 miliar dapat membuka rekening di dua lembaga ini, dan seperti biasanya institusi perbankan, harus memiliki sponsor untuk memiliki account-nya dibuka.

Perbedaan Antara ‘pemerintah’ dan ‘People’ dari Indonesia

Indonesia, lebih kurang 215 juta orang Indonesia – Pemerintah tidak yang terdiri hanya 5 juta – sendiri aset-aset “substansial” (diwakili oleh berbagai kerajaan). Ini membedakan antara “pemerintah” dan “orang” di mana individu di bekas perubahan, sementara selanjutnya tidak.

Pemilik aset multi-miliar ini adalah low profile

Karena sebagian besar dari aset (substansial) yang dimiliki oleh orang Jawa, dan orang Jawa secara alami low profile, sederhana dan tidak terompet pengaruh mereka terhadap jenis mereka sendiri dan anggota lain dari masyarakat Indonesia – dan bahkan kurang begitu dalam keuangan internasional Adegan – tidak mengherankan, karena itu, bahwa ini adalah berita bagi sebagian besar masyarakat internasional.

Namun, ribuan pengacara keuangan ekspatriat, bankir, konsultan keuangan, pembeli emas, penyandang dana dari semua negara-negara industri, bahkan dari negara-negara dengan kesulitan ekonomi seperti Kamboja misalnya, banyak perwakilan yang diketahui entitas bonafide, dan pengusaha sederhana tanpa asosiasi bisnis yang spesifik, menyadari keberadaan aset tersebut.

Beberapa dari mereka salah memberikan informasi, misalnya Aset tersebut dikontrol oleh individu tertentu dari Kamboja, atau hanya segelintir pegang “kunci” untuk aset tersebut. Tidak ada individu tertentu yang memegang kunci karena lapangan jauh lebih besar daripada yang pernah mereka bayangkan. Jika ada individu yang memegang kunci, ada sekitar total 97 orang. Tapi 97 orang yang berhubungan dengan emas Soekarno, tidak dengan aset yang dimiliki oleh kerajaan lain.

Ini ekspatriat telah turun hingga 2 sampai 3 bulan setiap kali ke hotel bintang 5 di Jakarta sejak pertengahan ’80-an (populer di kalangan mereka adalah Hotel Shangrila [yang didanai oleh bank negara BNI dan berdiri di lahan BNI], Mandarin, Grand Hyatt, Hilton dan Meridien), kembali lagi dan lagi selama 2-3 bulan dengan membawa pengetahuan dan berharap untuk membuat uang.

Ekspatriat ini, khususnya bank dan pengurus jaminan dari AS, juga menyatakan bahwa Microsoft Bill Gates dan US $ 90000000000 nya kepemilikan (sebelumnya terbaru keputusan pengadilan US kemungkinan memecah perusahaannya) adalah “miskin” dibandingkan dengan aset pemilik tersebut.

Bill Gates adalah kaya di mata publik karena kepemilikan saham publik, perusahaannya Microsoft bersama milik publik, dan bagian dari SEC (Securities Exchange Commission federal, lembaga yang mengatur pasar saham AS) persyaratan untuk membocorkan semua informasi tentang masyarakat perusahaan.

Ini pemilik aset kekayaan ini tidak dimiliki publik dan karenanya tidak memerlukan pernyataan publik. Ada orang Amerika dan Eropa (dan Indonesia) yang trilliuner, ekspatriat ini mengklaim, tapi tak seorang pun telah mendengar tentang mereka, bahkan jika namanya diumumkan. Selain itu, mengapa mereka ingin seluruh dunia tahu mereka kaya dan kemudian akan menjadi sasaran penculikan dan ancaman fisik lainnya untuk keluarga mereka?

Bagaimana agunan ini masuk ke dalam sistem keuangan dunia?

Secara historis ketika para bangsawan Indonesia pertama disimpan kekayaan mereka dari perdagangan mereka di banyak negara lebih dari seribu tahun yang lalu, lembaga di mana mereka disimpan kemudian menjadi bank sentral yang bangsa. Mereka tetap dalam deposito yang bank sentral, dan selama zaman modern, aset-aset ini menjadi bagian yang melekat aset bangsa. (Jawa) pedagang Indonesia dulu banyak daerah di dunia, dan tertinggal budaya Jawa mereka, bukti perjalanan mereka sebelumnya di seluruh dunia.

Hal ini banyak seperti jika deposito deposan nya £ 10.000 di Bank Barclays pada tahun 2000, dan kemudian mari kita katakan pada tahun 2500, lima ratus tahun kemudian, Barclays menjadi bank sentral Inggris. Itu £ 10.000 yang telah menjadi jauh lebih besar melalui bunga yang dibayar atas kepentingan, masih dimiliki oleh deposan asli, bukan oleh bank sentral dari Inggris, maupun tidak milik Raja Inggris.

Untuk memastikan bahwa hal itu tetap dalam nama asli deposan, institusi terbaru seperti Mahkamah Internasional dibuat menyadari fakta ini. Apapun bangsa Inggris inginkan, asalkan memerlukan penggunaan agunan tersebut, pemilik dan keturunan agunan tersebut harus diberitahukan maksud pertama.

bersambung…………………………………………

Kekayaan Sejati Indonesia (1)

 

 

 

Para Bakat Adidaya & Triliun Dollar di Indonesia

 

Oleh Lena Soares & Associates.

 

 

Ada beberapa alasan mengapa negara-negara industri utama akan ragu untuk menyerang militer Indonesia, skenario pernah disebut-sebut dalam pers internasional oleh PM Australia Howard dalam acara Indonesia menyerang Timor Timur, mantan provinsi, sebuah skenario yang terjadi di Irak atau Kosovo. Tidak ada negara yang memboikot produk Indonesia, menahan kredit, atau menerapkan berbagai bentuk “hukuman” terhadap Indonesia, yang diminta oleh asing yang protes Irak, Iran dan Libya yang menjadi sasaran. Boikot, jika terjadi, hanya berupa barang dan biasanya untuk konsumsi domestik mereka, bukan jenis yang dapat menghancurkan suatu negara atau membawa penderitaan seperti halnya di Irak. [Klik di sini untuk contoh skenario ekspor pesawat tempur Inggris]

 

Negara-negara industri tidak akan menyerang, atau membalas atas nama siapa pun (misalnya skenario ketika Irak menyerang tetangganya membawa tindakan balasan oleh AS dan negara-negara lain yang dikenal sebagai Perang Teluk), karena Indonesia memiliki jumlah besar agunan di 93 negara, dan oleh karena itu kekuatan keuangan.

 

Bahkan jika Indonesia menyerang Timor Timur, yang tidak mungkin, dan peristiwa masa lalu menunjukkan bahwa Indonesia belum, Indonesia menganggap Timor timur sebagai Saudara kitd atau “saudara-saudara kita”.

 

Validitas informasi yang terkandung di sini sangat tergantung pada basis pengetahuan seseorang yang memungkinkan seseorang untuk memverifikasi informasi ini dan masuk akal dari itu. Jika seseorang tidak memiliki pengetahuan dasar ini, informasi ini terlalu jauh. Baik adalah disinformasi ini seperti kampanye CIA (Silahkan klik di sini apa Los Angeles Times telah mengatakan). Jika demikian, apa motif disinformasi ini? Apa ini akan tercapai? Ini tidak akan mengubah apa-apa baik secara historis, atau peristiwa masa lalu yang tercatat di media internasional banyak yang dikutip mendukung informasi yang tercantum di sini. [Lihat juga artikel Kantor Luar Negeri Inggris pada disinformasi Inggris di sidebar di bawah]. Namun, jika satu orang untuk menggunakan akal sehat dan logika, banyak informasi ini akan masuk akal bahkan tanpa pengetahuan dasar ini. Silahkan klik di sini tentang bagaimana artikel ini lahir.

 

Mereka memiliki akses dengan Dana – kombinasi dari lembaga keuangan masa kini dan aset sejarah dari 1.500 tahun yang lalu

 

Ada dua kelompok utama Indonesia yang memiliki akses ke agunan tersebut dan oleh karena itu dana yang berasal dari agunan. Yang pertama adalah Pemerintah yang mendapatkan dana dari ekonomi, perpajakan, dll dan antar-pemerintah dan lembaga pinjaman seperti IMF, Bank Dunia dan Bank Pembangunan Asia (ADB).

 

 

Yang kedua adalah sektor swasta Indonesia. Sektor swasta ini dibagi menjadi dua kelompok yang berbeda. Kelompok pertama berasal dari korup, (mantan presiden) bisnis Soeharto-Orde Baru didukung yang masih mendominasi lingkungan ekonomi saat ini, bahkan selama kepresidenan saat Gus Dur terpilih secara demokratis. Kelompok pertama kebanyakan berasal dari dana dari pemerintah korupsi, yang pada gilirannya berasal dari bantuan internasional oleh lembaga-lembaga keuangan internasional seperti IMF, Bank Dunia, dll

 

Bank Dunia, apakah itu melalui kebodohan atau hanya pengalaman biasa, pada gilirannya memaafkan korupsi ini. Klik di sini untuk lebih lanjut tentang ini.

 

Kelompok swasta kedua adalah dataran rendah, low-profile pemilik agunan kerajaan. Ini adalah kelompok ini, karena kepemilikan dan penguasaan aset milik pribadi mereka, yang memiliki kekuatan finansial. Ini “agunan kerajaan” datang dari mantan kerajaan kesultanan yang ada lebih dari 1.500 tahun yang lalu, misalnya Kekaisaran Sriwidjaya (7th. ke-13. Abad berbasis di Palembang, Sumatera, dan 11. Abad Kerajaan Majapahit yang berbasis di Jawa Barat yang diperluas sepanjang semua Asia Tenggara).

 

Entitas ekonomi besar terakhir adalah bekerja sama dengan apa yang dikenal sebagai The Hindia Belanda, sebuah kerajaan ekonomi berbasis di Belanda setelah tahun 1550 menduduki apa yang sekarang wilayah Indonesia yang ada sebelum berdirinya Republik Indonesia pada tahun 1945.

 

Entitas Belanda ini menguasai daerah-daerah tersebut selama sekitar 350 tahun. Mereka berhasil melakukan hal ini melalui tua “membagi & menaklukkan” taktik, bermain satu kerajaan terhadap yang lain. Selama tahun 1930, para pemimpin yang dipimpin oleh Soekarno dan Mohamad Hatta, menempatkan daerah yang berbeda bersama-sama, dan pada bulan Agustus 1945 yang dinyatakan sebagai wilayah Republik Indonesia terhadap keinginan Belanda.

 

Perdagangan rempah-rempah: sejarah komoditas yang lebih berharga daripada emas

 

 

Banyak dari kerajaan lebih dari 1000 tahun yang lalu berdagang rempah-rempah dengan Eropa dan Asia beberapa kerajaan Afrika (selatan kerajaan Cina utara dan), Jepang, Amerika Selatan dan. Pedagang Indonesia, mengunjungi dan meninggalkan prasasti di banyak bagian dunia, termasuk Amerika Selatan (Suriname), Afrika (Madagaskar dan Afrika Selatan) Kepulauan Pasifik, dan Selandia Baru sampai ke Hawaii. Hanya beberapa dari negara-negara tersebut dinamai dari bahasa Melayu Indonesia dan budaya mereka masih ada di masa kini masyarakat adat mereka sebagai bukti kehadiran mantan Jawa.

 

Rempah-rempah selama waktu mereka berharga seperti dan bahkan lebih berharga daripada emas. Itu timur selatan Asia ini kerajaan, khususnya di 125 kesultanan yang sekarang Indonesia, yang memperkenalkan kopi, tembakau, coklat, kakao, dan rempah-rempah lainnya selama 2.000 tahun terakhir (maka frase secangkir Java [kopi], misalnya ), dan memperkenalkan beras di tahun 1600-an untuk apa yang sekarang Amerika Serikat melalui Madagaskar. Petenis Swiss, yang terkenal akan coklat, tidak menghasilkan komoditi ini incountry, juga Jerman dengan kopi Jerman terkenal dan rokok Jerman.

 

Komoditas ini telah menjadi dasar komoditas dunia, adalah internasionalisasi, dan sekarang diambil untuk diberikan karena mereka tersedia di seluruh dunia. Seperti mie yang awalnya berasal dari Cina dan diadopsi oleh Italia sebagai makanan nasional mereka spagheti, pizza yang awalnya berasal dari Italia dan dipopulerkan oleh Amerika melalui pizza rantai seperti Pizza Hut, dan Amerika telah mengatakan bahwa yang terbaik pai apel, hidangan tradisional Amerika , mereka pernah mencicipi dipanggang oleh non-Amerika di Jakarta, tidak lagi bersifat spesifik untuk setiap bangsa.

 

Ini yang terakhir “royal” kelompok 125 keluarga kerajaan yang berbeda akumulasi agunan emas batangan dan barang berharga lainnya berasal dari ratusan tahun perdagangan rempah-rempah asing. Selama ratusan tahun kedua pokok dan bunga akumulasi kepentingan di atas kepentingan, membuat aset tersebut menjadi kelompok agunan terbesar di seluruh dunia. Untuk rincian tentang ini, silakan klik di sini.

 

Dinasti Indonesia, memberikan jaminan kepada presiden pertama Soekarno di Indonesia (disebut sebagai “emas Soekarno” berita di media internasional). Jaminan ini kemudian menemukan jalan ke Soeharto, presiden kedua bangsa, yang bekerjasama dengan para bangsawan asing telah mendapatkan pinjaman dari lembaga internasional seperti IMF, Bank Dunia, Bank Pembangunan Asia, IGGI dan CGI, dengan jaminan untuk memungkinkan pemerintah Orde Baru Soeharto dan dana untuk pembangunan ekonomi.

 

Dinasti Indonesia bekerja sama dengan mitra asing mereka

 

Kerajaan-kerajaan Indonesia bekerjasama dengan rekan-rekan kerajaan asing mereka telah menyimpan agunan mereka dalam kubah dari bangsa asing, seperti orang Indonesia memiliki deposit $ 10.000 pada Citibank, di New York, atau United Overseas Bank di Singapura.

 

Mayoritas bank penyimpanan ini ratusan tahun kemudian sekarang telah menjadi bank sentral di berbagai negara. Tapi jaminan di bank dan sejumlah besar dari mereka dimiliki oleh deposan asli Indonesia, dan akan tetap demikian selama bahwa bank kustodian ada.

 

Tetapi dengan para bangsawan Indonesia, ada unsur hubungan pribadi dengan para bangsawan asing akan kembali selama beberapa ratusan tahun. Seperti semua orang tahu hubungan pribadi akan kembali selama ratusan tahun, terutama menyangkut besarnya aset, tenang hal yang berbeda dari hubungan bisnis ketat yang mengikat deposan dengan Citibank atau UOB.

 

Salah satunya bangsawan, sebuah bekas kerajaan di Jawa Tengah yang tidak disebutkan namanya untuk menjaga identitas mereka aman, diminta oleh Indonesia co-founding father Soekarno pada tahun 1935 untuk membantu dan mendukung revolusi dan perang kemerdekaan melawan Penjajah Belanda. Raja ini kemudian meminta rekannya di Belanda untuk mengeluarkan dana. Penguasa Belanda memenuhi karena itu milik raja Jawa ini, dan memberikan jaminan sesuai permintaan raja Jawa. Itu 1935 agunan dinilai dalam tahun 1997 adalah setara dengan US $ 7 triliun atau tujuh ribu miliar dolar.

 

Ini $ 7000000000000 juga merupakan bagian dari “Emas Soekarno”. Soekarno yang telah berkuasa selama 20 tahun, tidak pernah dikenal sebagai koruptor atau mencuri dari umat-Nya. Republik Indonesia yang baru mulai dan pemerintahnya tidak memiliki dana untuk mencuri.

 

 

Soekarno mendapat emas tidak hanya dari kontribusi beberapa raja Jawa, tetapi juga dari orang-orang Arab, orang Cina di Cina dan Taiwan, dan dari diselamatkan cekung pengiriman emas Jepang selama Perang Dunia II, di antara sumber-sumber lain. Ada sejarah, dan logis, alasan mengapa para pemimpin ini memberi sebagian dari emas mereka kepada Soekarno. Yang utama adalah karena dia adalah pemimpin diakui dan mesin gerakan non-blok. Orang Jepang berniat untuk membuat Asia Tenggara menjadi sebuah kekaisaran Jepang, dikirim sejumlah besar emas batangan (sebagian dirampas dari daratan Cina) ke beberapa bagian Asia Tenggara sebagai bagian dari rencana mereka, tapi dihentikan oleh sekutu selama Perang Dunia II melalui pemboman di SE Asia dan kemudian dua bom atom di Jepang. Hal ini tercatat dalam sejarah.

 

Ini $ 7000000000000 masih “kecil” dibandingkan dengan total aset ini raja yang tidak hanya disimpan di Belanda tetapi juga di negara lain. Dan ini $ 7000000000000 milik satu kerajaan masih merupakan bagian kecil dari total keseluruhan dari semua aset lainnya 125 raja ‘disimpan di bank sentral asing di 93 negara.

 

Hal ini kemudian menyebabkan berdirinya bangsa Indonesia pada tahun 1945. Membaca tentang sejarah Indonesia, orang akan mengingat apa Soekarno pernah secara terbuka menyatakan: “Kami akan menyiapkan kita sendiri non-blok PBB … “. Peristiwa lainnya yang sifatnya serupa ditaburi seluruh administrasi 20 tahun itu. Ini termasuk menarik Indonesia dari PBB pada tahun 50an dan rencana untuk memulai versi non-blok dari PBB yang tidak terwujud.

 

 

Soekarno adalah orang yang sangat cerdas, menarik massa dan membuktikan kemampuannya menempatkan bangsa bersama-sama dari ratusan beragam budaya dan bahasa, yang sangat dihormati oleh para pemimpin negara-negara non-blok, yang hampir semua lainnya negara dunia kecuali Amerika Serikat dan Eropa Barat, dihormati oleh bangsa-bangsa Arab (terutama karena Indonesia adalah negara terbesar muslim), komunis dan non-komunis China (karena Taiwan ingin menurunkan pengaruh komunis China di Indonesia sementara China daratan ingin mempertahankan status quo). Orang seperti itu tidak secara terbuka menyatakan rencana tanpa cadangan dana yang cukup.

 

Mengapa agunan tersebut disimpan di luar negeri?

 

Salah satu alasan utama adalah karena kerajaan Indonesia beberapa ratus tahun yang lalu tidak memiliki apa yang sekarang kita sebut bank. Sementara di luar negeri konsep perbankan (dan asuransi, Lloyd, yang pertama dimulai di Lloyds Coffee House, asuransi pertama dan tertua di dunia, di Kota London), atau lembaga yang dapat disebut sebagai sistem perbankan dan keuntungan pembuatan yang mulai meningkat. Raja-raja dari tadi hanya tahu perdagangan. Selain itu, revolusi industri segera dimulai, penemuan-penemuan baru sedang dibuat, dan itu masuk akal baik untuk menjaga jaminan mereka di mana jaminan tersebut “diproduksi” sebagai bullion. Selain itu, teknologi dalam memproduksi emas yang sangat halus dan ingot platinum hanya tersedia di negara-negara, dan bukan apa yang menjadi republik masa depan Indonesia.

 

Sungguh ironis bahwa itu adalah aset yang sama yang menyediakan dana yang mengarah ke perang pemberontakan pada awal 1940-an dan deklarasi kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus. 1945 dan pengusiran dan penerimaan kemerdekaan Indonesia oleh penguasa Belanda pada tahun 1949.

 

Itu juga ironis bahwa sementara pemerintahan Soeharto mengambil alih Timor Timur dengan dorongan dan persetujuan dari AS karena komunis berhaluan Fretilin mendapatkan tanah, Portugal memutuskan hubungan diplomatik dengan Indonesia. Tapi royalti bijaksana, royalti Indonesia dan Portugis masih terus berhubungan dan, pada kenyataannya, Portugis wali (orang yang mengelola jaminan bank utama internasional) co-dikelola agunan kerajaan milik Indonesia atas nama pemilik Indonesia bahkan selama puncak perseteruan pertandingan antara Indonesia dan Portugal. Oleh karena itu, apa yang muncul di media internasional belum tentu kebenaran sejauh Portugis dan Indonesia masih berhubungan, atau seluruh cerita dari hubungan erat antara kedua bangsa.

 

Sementara sebagian besar negara kini tidak lagi memiliki raja dan ratu seperti Indonesia, Jerman, Perancis, Portugal, Cina, dan Rusia, tetapi keturunan kerajaan masih ada untuk zaman sekarang ini.

 

Bagaimana ini agunan dan dana yang dihasilkan berakhir di tangan Soeharto?

 

 

Hal ini juga agunan kerajaan Indonesia yang secara tidak sengaja makan korupsi yang merajalela selama pemerintahan Soeharto 1966-1998. Itu juga dana tersebut yang juga merupakan sumber pertentangan pemerintah Barat ‘dengan pemerintah Indonesia di bawah Soeharto, meskipun Bank Dunia memperburuk korupsi ini melalui hubungan erat dengan pemerintah Soeharto. Silahkan klik di sini untuk lebih.

 

Bagaimana Soeharto mencoba mengklaim aset

 

 

Pejabat pemerintah, terutama pada tingkat lebih tinggi, mengetahui keberadaan aset tersebut dan karena itu tanpa malu-malu berusaha untuk mendapatkan sebanyak itu mungkin dengan sikap bahwa “itu uang kami tetap”. Hal ini pernah diungkapkan di media massa oleh Gubernur Bank Indonesia maka Bank Sentral pada tahun 1997, ketika Bank Dunia mengkritik pemerintah Indonesia atas kinerja keuangan yang, di mata pemilik aset tidak dibenarkan.

 

Upaya untuk mengubah kepemilikan aset dan untuk memberikan kemiripan legalitas, dipajang di penunjukan Menteri Penerangan, Harmoko, dan selanjutnya presiden Soeharto melalui pembentukan pos menteri baru yang disebut “Menteri Urusan Khusus” (Menteri KHUSUS ) tetapi tidak pernah secara terbuka mengungkapkan apa tugas-tugas khusus yang. Mrs Harmoko konon terkait dengan almarhum Ibu Tien Soeharto dan dengan demikian adalah anggota terpercaya dari keluarga Soeharto. Selama periode perkembangan politik Indonesia, tidak ada yang berani mempertanyakan keputusan Soeharto, tidak seperti kondisi politik sekarang dimana orang karikatur Gus Dur atau tokoh politik apapun. Tidak ada satu saat ini yang kebal dari murka pers.

 

Menteri KHUSUS Posting ini berlangsung kurang dari satu tahun, semua orang dalam gelap pada tujuan posting ini, dan Harmoko kemudian kembali ditunjuk sebagai Ketua DPR sampai Soeharto dipaksa mengundurkan diri.

 

Tugas dan maksud dari Menteri KHUSUS, meskipun tidak pernah menyatakan di depan umum, adalah untuk menuntut sebagian dari Aset-aset atas nama Pemerintah Soeharto sebagai “Pemilik yang sah”. Soeharto memproklamirkan dirinya sebagai wakil rakyat merasa ia memiliki hak untuk mereka.

 

Soeharto menjadi lebih dan lebih dihapus dari realitas seperti tahun-tahun berlalu

 

Mr Soeharto dan aparat pemerintahannya tampaknya begitu dihapus dari realitas transaksi keuangan, bahwa ajudannya meskipun berpendidikan tinggi di universitas-universitas AS dan Eropa dan berpengalaman dalam menjalankan roda pemerintahan, tidak menyadari bahwa aset tersebut adalah milik pribadi. Hal ini tidak berbeda dari orang yang memiliki sebuah jam tangan emas didalam brankas bank. Tak ada kekuasaan presiden yang dapat mengeluarkan emas tersebut dari brankas bank tersebut, kecuali negara telah melanggar hukum sepenuhnya.

 

Karena pemerintahan mengesahkan diri sebagai wakil rakyat. Tim ini, beberapa dari mereka anggota sekarang terpilih di DPR di Indonesia pada bulan Oktober 1999, kemudian pergi ke beberapa bank asing, khususnya di Swiss, untuk mengklaim aset tersebut. Para pejabat ini diselamatkan dari penangkapan oleh pihak berwenang di sana karena kekebalan diplomatik yang menikmati.

 

Siapapun yang akan ke bankir asing, atau bank manapun di Indonesia dalam hal ini, mengklaim hak atas aset tanpa terdaftar di arsip bank, atau tidak membawa kuasa konfirmasi hukum dari pemiliknya (s), menghadapi tuduhan kriminal dan penangkapan, sama seperti jika seseorang membawa orang lain sertifikat tabungan 10.000 dollar dan mengklaim kepemilikan atau hak untuk menarik 10.000 dollar ini.

 

Jika mereka membawa sebuah dokumen asli, tanpa otoritas surat kuasa dari pemiliknya, mereka menghadapi pelanggaran dan tuntutan pencurian. Jika mereka membawa sebuah salinan, salinan tidak diijinkan bank instrument, dan mereka membawa salinan tanpa wewenang tertulis pemilik dapat digolongkan pada tuntutan kriminal lainnya.

 

Pada tahun 1997 saja, sekitar 560 orang pergi ke luar negeri untuk mengklaim beberapa aset yang diketahui, 94 dari mereka tidak pernah terdengar lagi, menurut mereka yang memonitor peristiwa tersebut, banyak dari misi diplomatik Indonesia di luar negeri.

 

Warga negara Indonesia, dan kurang begitu wartawan yang tidak memiliki hak langsung, tidak memiliki akses ke rinciannya. Seperti di banyak skenario perbankan, bank tidak akan membuka keberadaan aset tersebut – dan bahkan cenderung membocorkan nama dan asset pemilik, kecuali satu dari mereka adalah “pemilik” dan terdaftar dalam file induk bank dan bank sentral negara-negara ‘barat. Hanya pemilik yang terdaftar akan memiliki akses, dan informasi, terhadap asset-aset dan hanya asetnya, bukan aset milik Indonesia lainnya.

 

Mitos Dominasi Ekonomi Cina

 

 

Sektor ekonomi tumbuh rata-rata sekitar 8% per tahun selama 2 dekade. Tapi bertentangan dengan kepercayaan, sektor ekonomi Indonesia tidak didominasi oleh sektor swasta Cina, juga tidak uang dan investasi China melakukan sesuatu bagi negara.

 

Apa yang terlihat adalah “permukaan” pertumbuhan ekonomi. Tidak “di mana” dan “bagaimana” melakukan investasi dan pertumbuhan yang dihasilkan berasal. Minoritas cina ini terdiri dari kurang dari 5%, atau kurang dari 10 juta orang dari keseluruhan populasi 215 juta orang.

 

Selanjutnya, sektor ekonomi bangsa – seperti semua sektor ekonomi nasional – terdiri dari dua sektor, publik (pemerintah) sektor swasta dan. Kaum minoritas Tionghoa tidak mendominasi sektor swasta dan pemerintah.

 

“Dominasi Cina” adalah dominasi bagian dari sektor swasta, yaitu sektor perdagangan dan distribusi. Tidak semua sektor swasta, dan tentu saja tidak pemerintah atau sektor publik.

 

Ini adalah kesalahpahaman disebut-sebut, dan diselenggarakan sebagai sebuah keyakinan, dalam pers internasional, dan oleh banyak “ahli” di banyak negara termasuk Singapura, Hong Kong, Australia, dan ekonomi “ahli” bahkan Indonesia yang, berkali-kali, pemutaran kata-kata rekan asing mereka karena kecenderungan beberapa orang Indonesia yang berpikir bahwa karena itu disebut-sebut oleh orang asing, itu harus benar.

 

The “sektor distribusi swasta” kecil dibandingkan dengan sektor publik secara keseluruhan – tidak seperti swasta AS dan sektor distribusi, yang memberikan dukungan pemerintah AS melalui perpajakan. Sektor publik adalah telekomunikasi, listrik, bahan bakar, transportasi, perbankan, senjata, pajak, utilitas dan sektor lain yang didominasi oleh puluhan monopoli pemerintah. Total omset mereka adalah dalam ratusan miliar.

 

“Bagaimana” dan “di mana” dari sektor perdagangan dan distribusi tidak dapat eksis tanpa bagian dari sektor swasta dan publik yang dimiliki oleh anggota masyarakat adat masyarakat. Misalnya, distribusi peralatan telekomunikasi, atau listrik dan distribusinya, tidak bisa ada tanpa perusahaan yang beroperasi yang semuanya dimiliki oleh anggota masyarakat adat masyarakat dan pemerintah.

 

Orang melihat set handphone dilakukan oleh semua orang (didistribusikan oleh sektor perdagangan Cina) dan berasumsi karena mereka terutama (dan visual) dijual oleh perusahaan Cina dominasi Cina perlu dipertanyakan. Tapi tidak menyadari bahwa semua handphone tidak bekerja tanpa sistem setengah lusin yang membuat mereka bekerja yang dimiliki oleh entitas adat swasta dan pemerintah.

 

Ada 3 sistem GSM nasional, 2 dan 3 CDMAs sistem AMPS di Jawa, Bali, Sulawesi dan Sumatera, dan 1 GSM dikombinasikan dengan telepon satelit, yang pertama di dunia, yang mencakup seluruh Asia Tenggara, bagian utara Australia, semua cara utara menuju China, Jepang, dan barat laut menuju Timur Tengah. Bila pengguna berada dalam area jangkauan tamtama (di tengah Samudera Hindia, misalnya), sistem akan secara otomatis memindahkan sinyal ke satelit. Ketika pelanggan masuk ke area GSM di Beijing, Cina, misalnya, handphone pelanggan otomatis masuk ke mode GSM di mana operator satelit, Pasifik Satelit Nusantara, sebuah perusahaan yang dimiliki Indonesia patungan dengan Hughes, pembuat dari sistem satelit, transfer sinyal melalui sistem Cina di mana PSN memiliki perjanjian roaming. Mentransfer sinyal dari satelit ke mode GSM dan sebaliknya mulus.

 

Selain itu, para agen dari merek dagang yang lebih besar seperti Motorola, Siemens, Philips dan Nokia, dikategorikan sebagai perdagangan dan sektor distribusi, dipegang oleh anggota masyarakat adat bekerja sama dengan pabrik-pabrik mereka. Total saluran telepon genggam dekat dengan beberapa 2,5 juta pada akhir tahun 2000 (diperkirakan melebihi 3.000.000-4.000.000 pada tahun 2001. Jumlah handphone di peredaran melebihi jumlah itu dikarenakan orang memiliki lebih dari satu handphone untuk jumlah yang sama ( dengan memindahkan kartu SIM ke telepon lain).

 

Pendapatan dari penjualan handphone adalah kecil dibandingkan dengan keseluruhan pendapatan yang diterima oleh operator / penyedia sistem. Operator sistem berinvestasi puluhan bahkan ratusan juta dolar, sedangkan investasi dalam penjualan handphone tidak mencapai puluhan juta dolar.

 

Tapi distribusi mereka (dealer dengan penjualan dan outlet layanan di seluruh bangsa) ditentukan oleh anggota masyarakat adat sebagai pemegang agen tunggal dan diberikan mayoritas kepada komunitas bisnis Cina minoritas.

 

Jenis pengaturan merupakan perwakilan dari bagaimana komunitas bisnis seluruh Cina dilakukan, menjadi sebuah pendistribusian handphone, atau jauh lebih besar multi-juta (dan multi miliar) konglomerat.

 

Tidak ada bisnis besar dalam bidang apapun bisa eksis tanpa partisipasi dari keluarga eksklusif Soeharto. Atau tanpa partisipasi dari para anggota masyarakat adat (pejabat pemerintah yang korup) yang berada dalam posisi untuk memberikan ijin operasi bisnis.

 

Itu adalah anggota indegenous masyarakat yang diberikan semua lisensi, baik itu multi-miliar konglomerat atau bisnis pop-dan-ibu. Bukan minoritas Tionghoa.

 

Namun para pemain dalam perekonomian yang tergabung masyarakat adat dan yang menentukan siapa mendapat apa, khususnya selama kerusuhan anti Cina pada tahun 1998 ketika beberapa mal dan ratusan bisnis cina dibakar oleh kelompok yang dibayar untuk menciptakan kekacauan, mulai bertanya pada diri sendiri ketika penjualan turun: yang mendominasi siapa? “Jika orang-orang (distributor dan agen layanan) tidak muncul untuk bekerja, kami akan memberikan dealer kepada orang lain!” Dan akan ada banyak peminat.

 

Fakta seperti ini diabaikan oleh analis yang biasanya duduk di meja, meluncur di atas permukaan realitas bisnis, dan melihat ekonomi dari jauh. Mereka bukan pemain dalam ekonomi, bukan mereka yang harus berpartisipasi dalam kegiatan ini, tidak harus pergi melalui lakukan atau mati kelangsungan realita busines di Indonesia, atau membuat pilihan – banyak yang mereka lebih tidak akan tetapi banyak kali harus, jika tidak mereka akan dibunuh businesswise. Perspektif dari orang-orang di tanah bermain lapangan, dan mengalami pertandingan yang menentukan “perekonomian Indonesia benar” sangat berbeda daripada yang di sela-sela. Banyak kali analis ini, termasuk pemain non Indonesia, salah menafsirkan peristiwa yang terjadi di lapangan. Hal ini agak mirip dengan lisan menjelaskan kepada timer pertama cara mengemudi mobil, dan ketika dia duduk di belakang kemudi, pengalaman benar-benar mengemudi mobil jauh berbeda daripada hanya mendengar tentang hal itu.

 

Telekomunikasi adalah de jure tidak lagi menjadi monopoli pada 8 September., 2000, tetapi secara de facto pemerintah masih merupakan pemain dan operator, dan masih satu-satunya Penentuan struktur pentarifan.

 

Sementara ekonomi terus berubah dan menurun (beberapa orang mengatakan itu berhenti) ketika ada sentimen anti Cina di tahun 1998, “ekonomi” terutama ekonomi distribusi barang. Itu lebih sulit untuk menemukan cat, handphone, sparepart mobil, atau kebutuhan sehari-hari lainnya misalnya. Tapi telepon, listrik dan lainnya sistem yang memungkinkan seseorang untuk hidup dan berfungsi, terus bekerja.

 

Distribusi makanan atau distribusi dari 9 sembako (gula, beras, dll), terus karena itu dikendalikan oleh pemerintah. Ketika komoditas sulit untuk menemukan karena distribusi mereka tidak berfungsi, pemerintah mengimpor dan mendistribusikannya langsung tanpa menggunakan infrastruktur distribusi tradisional, meniadakan kesulitan yang terjadi selama kerusuhan.

 

Sektor distribusi makanan, juga didominasi oleh orang Cina, adalah pusat praktek kecurangan, kenaikan harga dan kutukan dari orang kecil. Misalnya, jeruk dari Afrika Selatan dan apel dari negara bagian Washington, Amerika Serikat, adalah lebih murah dari buah-buahan yang diproduksi secara lokal. Tetapi tipikal distributor cina tidak dapat menghilangkan praktek kecurangan karena aparat pribumi memberikan izin bisnis selalu bersikeras memotong keuntungan mereka, alhasil pasti terjadi kenaikan harga.

 

Dalam pengakuan masyarakat etnis Cina, Presiden Gus Dur tulisan Cina untuk hadir. Sekarang kita memiliki publikasi Cina dan program televisi Cina.

 

Mengapa dominasi ekonomi China mitos?

 

Mitos dikembangkan selama 32 tahun pemerintahan Soeharto karena pemerintahnya memberikan preferensi ke anggota pilih dari masyarakat Tionghoa. Itu tidak memberikan semua anggota komunitas etnis cina.

 

Pemilihan anggota masyarakat Tionghoa adalah kerabat dan teman dekat dari keluarga Soeharto. Mr Soeharto konon setengah Cina, berayahkan oleh seorang Mr Liem senior yang berasal dari daratan Cina, dan persatuan wanita Jawa yang bekerja di staf rumah tangganya (ada yang mengatakan “pembantu”).

 

Mr Liem Senior punya adik laki-laki yang adalah ayah dari Mr Sudono Salim, nama Indonesia untuk Mr Liem Siou Liong, membuat sepupu pertama kedua Mr Soeharto.

 

Pemilihan anggota komunitas cina dengan sepupu pertama Soeharto, turun ke kedua, sepupu ketiga, dan kerabat sepupu, dan seterusnya sampai ke teman-teman dari keluarga dekat dan teman-teman dari sepupu mereka.

 

Mr Liem yunior sampai 1999 sebelumnya memiliki seluruh perusahaan di Astra Group (perakit dan distributor Toyota, BMW, Peugeot [tetapi belum tentu agen tunggal, misalnya lembaga BMW satunya dipegang oleh perusahaan lain adat], dan beberapa lainnya nama merek besar), sementara teman dekatnya, Willem Suryadjaya, mengadakan Xerox sebagai Astra Xerox. Konglomerasi ini hanya puncak gunung es. Ini dan perusahaan-perusahaan besar Indonesia lainnya kini diambil alih oleh pemerintah dan asetnya didistribusikan melalui tender ke berbagai anggota masyarakat karena memiliki utang besar kepada bank pemerintah.

 

Untuk mengatakan dominasi etnis Cina pada sebagian sektor swasta tidak benar, tetapi untuk mengatakan dominasi asosiasi Soeharto cina bagian dari sektor ekonomi swasta adalah lebih benar.

 

Para anggota masyarakat adat melampiaskan kemarahan mereka selama kerusuhan 1998 di Cina biasa pada tempatnya. Sebagian besar anggota komunitas etnis cina yang tidak korup, mencuri atau melakukan sesuatu yang salah. Mereka adalah orang-orang biasa seperti orang lain, mengurus bisnis mereka sendiri, dan bahkan tidak tahu orang-orang Cina yang kenal dan berasosiasi dengan keluarga Soeharto. Tapi mereka menjadi korban demokrasi anti Cina ketika terungkap bahwa “Cina” mencuri dari negara.

 

Ada pengemis Cina, dan China yang tinggal di daerah kumuh di berbagai negara seperti anggota masyarakat lainnya. Persentase etnis Cina yang melakukan dan yang miskin, dibandingkan dengan anggota masyarakat lainnya, adalah sama (yaitu ada pengemis kurang Cina, dan kurang Chinesewell-to-do karena jumlah penduduk Cina kurang). Sesuai sifat low profile Jawa, dan low profile diadopsi oleh pejabat pemerintah yang kaya yang tidak mendukungnya untuk menjadi kaya, kita punya skenario di mana para anggota indegenous masyarakat tidak memamerkan kekayaan mereka.

 

bersambung …………………………………

 

 

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.